Kompas.com - 31/10/2020, 06:03 WIB
Kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri) dan Aulia Rahman (kanan) usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah secara virtual di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/8/2020). DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan resmi mengusung menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana /foc. ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANAKedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri) dan Aulia Rahman (kanan) usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah secara virtual di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/8/2020). DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan resmi mengusung menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana /foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution maju sebagai calon wali kota Medan bersama Aulia Rachman.

Mereka diusung oleh PDI-P, Gerindra, PAN, Golkar, NasDem, PSI, Hanura dan PPP. Bila ditotal, koalisi partai pengusung Bobby-Aulia memiliki 39 kursi di DPRD Kota Medan.

Di Pilkada Medan, ia berhadapan dengan Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya didukung oleh koalisi dua partai politik yakni Demokrat dan PKS.

Baca juga: Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Kendati demikian, majunya Bobby di Pilkada Medan 2020 tak lepas dari isu politik dinasti yang langsung menerpanya.

Berbagai tudingan pun muncul di tengah pencalonannya mulai dari menghidupkan dinasti politik lantaran merupakan keluarga presiden hingga dituding tak pernah tinggal di Medan lantaran banyak menghabiskan waktu di ibu kota.

Tanggapi isu dinasti politik

Di tengah santernya isu dinasti politik yang menerpanya, Bobby pun membantah.

"Ya bukan dinastilah," kata Bobby di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Bobby mengatakan, keputusannya maju di Pilwalkot Medan untuk membangun daerah kelahirannya.

"Kita ingin berbuat, ingin berbuat di suatu daerah kita tempat lahir kita di situ ya, saya rasa bukan dinasti lah," ujar dia.

Program inti yang ingin ia realisasikan adalah memperbaiki tatanan pemerintahan yang terkoneksi mulai dari bawah.

Ia mengharapkan kepala lingkungan bisa mengklaster warganya dan membuat sistem pelayanan terbuka.

Dalam kesempatan lain, usai diusung oleh PDI-P, ia mengatakan, dirinya dan Aulia akan membangun "new Medan" dengan berlandaskan pada semangat kolaborasi.

Baca juga: Diterpa Isu Uang Mundur, Paman Bobby Nasution: Murni Permintaan Keluarga dan Etika Politik

Bobby pun mengajak seluruh masyarakat Medan agar pilkada kali ini menjadi momentum mewujudkan harapan dan persatuan.

"Saya membawa semangat kolaborasi untuk membangun Kota Medan di mana semangat ini lahir dari semangat gotong-royong Bung Karno," ujar dia.

"Semangat kolaborasi ini akan menjadi penguatan kepada seluruh elemen partai untuk menciptakan 'New Medan'. Kota Medan yang penuh keberkahan," imbuh Bobby.

Beda nasib dengan Gibran

Kendati demikian Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno memberi catatan khusus pada Bobby meskipun partainya turut mengusung menantu Presiden Jokowi itu.

Ia menilai, kondisi yang dialami Bobby di Medan berbeda dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang maju sebagai calon Wali Kota Solo.

Menurut Eddy, Bobby bukanlah sosok yang diunggulkan dalam pilkada Kota Medan.Terlebih, lanjut Eddy, Jokowi tercatat dua kali kalah di Medan pada Pilpres 2014 dan 2019.

Sementara itu, ia menilai peluang Gibran memenangkan pilkada Kota Solo lebih terbuka lebar karena Gibran dinilai menjadi satu-satunya kandidat yang mempunyai elektabilitas.

"Kalau kita lihat secara historis, Pak Jokowi itu dua kali, dua pilpres, itu kalah di Kota Medan dan Kota Medan itu basis Islam konservatif terutama di medan utara itu cukup kuat," ujar Eddy.

Baca juga: Menilik Kekayaan Bobby Nasution, Mantu Jokowi dan Cawalkot Medan

Oleh karena itu, PAN selaku salah satu pengusung mengingatkan agar Bobby harus bekerja keras untuk meraih kemenangan di Kota Medan.

"Mas Bobby harus kerja keras di sana memang disitu dibutuhkan PAN dan Gerindra untuk memang memperluas basis pemilih yang sedianya di pilpres dengan tahun yang lalu tidak memilih Pak Jokowi," kata Eddy.

Eddy mengatakan, kondisi berbeda antara Gibran dan Bobby tersebut menunjukkan bahwa status anak dan menantu presiden tidak memberi jaminan kemenanganan di Pilkada.

"Saya kira di sini sudah terlihat bahwa seorang anak baik itu anak kandung maupun anak mantu dari presiden tidak serta merta bisa melenggang begitu saja untuk memenangkan pertarungan," kata Eddy.

Namun demikian, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto optimistis menantu Presiden Joko Widodo bersama Aulia Rahman akan memenangkan Pilkada Kota Medan.

Menurut Hasto, ketika PDI-P resmi mencalonkan Bobby, didasari sebuah keyakinan atas kuatnya gotong royong parpol pengusung pasangan itu.

"Kami yakin, bahwa dengan didukung partai-partai Koalisi Indonesia Maju, kita bisa bersama-sama melangkah dengan optimisme dan menjadikan Kota Medan sebagai pusat perkembangan di Sumut," kata Hasto dalam konferensi pers virtual usai pembukaan sekolah partai PDI-P, Jumat (21/8/2020).

Baca juga: Bobby Nasution-Aulia Rachman Mendaftar ke KPU Medan, Tampil Gaul Naik Vespa

Hasto juga menyatakan pihaknya tak sependapat jika Medan disebut sebagai basis Islam konservatif. Menurut dia, masyarakat Medan dikenal memiliki pemikiran yang terbuka.

Apalagi, lanjut Hasto, masyarakat Medan dan Sumatera Utara sudah merasakan infrastruktur yang sedang dibangun pemerintahan Jokowi.

Ia meyakini, masyarakat Medan bisa menangkap serta merasakan bagaimana rencana kemajuan untuk Medan dan Sumatera Utara.

"Terlebih nanti setelah Sumatera itu terkoneksi melalui infrastruktur yang mendukung kemajuan seluruh wilayah di Sumatera. Maka Kota Medan akan menempati peran yang penting dan itu sekaligus yang ditangkap oleh masyarakat kota Medan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muhadjir Effendy: Larangan Mudik Tak Berhasil 100 Persen, tapi Bukan Gagal

Muhadjir Effendy: Larangan Mudik Tak Berhasil 100 Persen, tapi Bukan Gagal

Nasional
Hentikan Agresi Israel terhadap Palestina

Hentikan Agresi Israel terhadap Palestina

Nasional
Gambaran Potensi Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Pekan Setelah Libur Lebaran...

Gambaran Potensi Lonjakan Kasus Covid-19, Dua Pekan Setelah Libur Lebaran...

Nasional
Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK yang Jadi Sorotan...

Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK yang Jadi Sorotan...

Nasional
Satgas: 20 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Satgas: 20 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Kematian Akibat Covid-19

Nasional
Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam Bersama-sama Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina

Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam Bersama-sama Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina

Nasional
Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Nasional
Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Nasional
Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Nasional
Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X