Respons Megawati, Anggota DPR Termuda: Tak Adil Milenial Distereotipkan Hanya Bisa Demo

Kompas.com - 30/10/2020, 17:27 WIB
Hillary Brigitta Lasut saat menjabat Wakil Ketua MPR Sementara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019) KOMPAS.com/HaryantipuspasariHillary Brigitta Lasut saat menjabat Wakil Ketua MPR Sementara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Hillary Brigitta Lasut, menyebut, banyak kontribusi positif yang sudah diberikan anak muda untuk Indonesia.

Demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu, kata dia, bukan satu-satunya sumbangsih kaum muda kepada bangsa.

Hal ini Hillary sampaikan merespons Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih generasi milenial saat ini.

"Kalau kita bicara kontribusi jangan hanya karena satu hal kemarin karena ada demonstrasi kemarin dan kemudian ada terjadi tindakan anarkis kita melihat hanya dari sisi itu saja," kata Hillary kepada Kompas.com, Jumat (30/10/2020).

"Bagaimana dengan ternyata kaum milenial telah berhasil untuk membangkitkan awarness dari publik untuk mempertanyakan apa yang tidak mereka pahami, apa yang masih menjadi pertanyaan besar di pikiran masyarakat soal misalnya Undang-undang Cipta Kerja?," tutur anggota DPR termuda itu.

Hillary mengatakan, dengan ikut turun ke jalan, anak muda telah berkontribusi dalam membangun kesadaran publik terhadap kondisi bangsa.

Baca juga: Tanggapi Megawati, Nasdem: Tak Bijak Milenial Disebut Cuma Bisa Demo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun menurut dia masih banyak anak muda yang belum memahami sepenuhnya tentang UU Cipta Kerja dan termakan hoaks. Tetapi, hal itu bisa saja terjadi di segala usia.

Hillary pun mengingatkan ada banyak anak muda Indonesia yang telah mencetak prestasi di dunia internasional, seperti para atlet, rapper Brian Imanuel, hingga Nadiem Makarim yang berhasil menciptakan decacorn dan kini jadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju.

Ada pula anak-anak muda yang berhasil menciptakan start up dan menopang ekonomi banyak orang.

Menurut Hillary, kontribusi anak muda diwujudkan dalam berbagai hal yang tak bisa disamaratakan.

Baca juga: Tanggapi Megawati, PKS: Milenial Itu Aset Negara

"Dan tidak adil kalau seandainya milenial distereotipkan dengan hanya bisa demo saja," kata Hillary.

"Apakah kontribusi itu semua anak milenial harus jadi ketua umum partai? Atau harus jadi anggota DPR? Atau jadi kepala daerah baru dianggap berkontribusi? Kan tidak juga," lanjutnya.

Hillary mengakui bahwa ada banyak hal yang masih harus diajarkan kepada anak muda dari yang lebih tua. Tetapi, tidak tepat jika ajaran itu disampaikan dengan cara menyerang.

"Kalau misalnya sekarang satu kegagalan milenial misalnya menciptakan demonstrasi yang tidak rusuh itu kemudian menjadi alasan kita sepertinya pesimistis dan menyerah untuk mengarahkan milenial Indonesia, saya rasa sangat disayangkan sekali," katanya.

Kendati demikian, Hillary mengaku dirinya tak menyalahkan pernyataan Megawati. Sebagai seorang senior di bidang politik, reaksi Megawati itu muncul karena demonstrasi yang ricuh berakibat pada perusakan fasilitas umum, penurunan saham, atau bahkan kaburnya pengusaha.

Menurut Hillary, pernyataan Megawati tak perlu dipandang sebagai hal negatif. Tetapi, momen ini bisa digunakan milenial untuk membuktikan kontribusi positif kepada bangsa, salah satunya demonstrasi damai yang tak berujung kericuhan.

Baca juga: Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Ini Tanggapan Hipmi

"Bagi milenial ini adalah cambukan kita harus berkontribusi lebih baik lagi kita jadikan ini sebagai semangat karena itu tujuan Bu Mega memberikan cambukan buat milenial agar supaya milenial bisa menunjukkan prestasi prestasi yang gilang-gemilang yang benar-benar membanggakan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menanyakan sumbangsih generasi milenial saat ini yang menurutnya hanya bisa berdemonstrasi, salah satunya demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dia, sumbangsih generasi milenial terhadap bangsa Indonesia belum terlihat selain melakukan demonstrasi tersebut.

Baca juga: Sekjen PPP Harap Kaum Milenial Bisa Tangkap Maksud Pesan Megawati

"Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya, hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi membuat kita sudah viral tanpa harus bertatap langsung?" kata Megawati dalam acara peresmian kantor PDI-P secara daring, Rabu (28/10/2020).

"Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja," kata Megawati.

Ia pun menyayangkan demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir karena terjadi perusakan berbagai fasilitas publik, seperti halte transjakarta dan moda raya terpadu (MRT).

Ia menilai, tak ada satu alasan yang membenarkan demonstrasi boleh disertai aksi vandalisme, seperti perusakan fasilitas publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.