Pilkada Tangsel, Sosok Keponakan Prabowo Janji Politiknya hingga Serangan Lawan

Kompas.com - 30/10/2020, 12:13 WIB
Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat berfoto di depan mobil oplet di halaman Gedung KPU Tangsel, Jumat (4/9/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaBakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat berfoto di depan mobil oplet di halaman Gedung KPU Tangsel, Jumat (4/9/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pilkada 2020 diwarnai dengan nuansa politik dinasti. Sejumlah nama yang terkait kekerabatan dengan pejabat di Indonesia ikut dalam kontestasi Pilkada.

Salah satunya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau biasa disapa Sara dalam Pilkada Tangerang Selatan. Sara kini berstatus calon wakil wali kota Tangerang Selatan berpasangan dengan Muhammad. 

Munculnya nama Sara mencuri perhatian publik. Sebab, Sara merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Wanita kelahiran Jakarta, 27 Januari 1986 ini pernah menempuh pendidikan dasar (SD) di Tarakanita 2 pada 1992 hingga lulus pada 1998.

Setelah lulus sekolah dasar di Jakarta, Sara menempuh pendidikan SMA di College Du leman, Swiss, pada 2003.

Sara melanjutkan pendidikannya di University Of Virginia mengambil jurusan seni peran dan lanjut studi ke International School of Screen Acting di London.

Adapun dunia politik bukan hal yang baru bagi Sara, sebelum maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan, ia pernah berkiprah sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Pada Pileg 2019, Sara kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif.

Ketika itu, Sara diminta untuk mewakili Dapil III Jakarta yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Namun, Sara gagal lolos ke DPR karena hanya mendapat 79.801 suara.

Kini, Sara maju sebagai calon wakil wali kota di Pilkada Kota Tangerang Selatan mendampingi calon wali kota Muhamad. Pasangan ini telah mendaftar ke KPU Kota Tangerang Selatan pada Jumat (4/9/2020).

Adapun motivasi Sara maju sebagai wakil wali kota Tangerang Selatan adalah banyak dukungan dari masyarakat dan komitmennya membangun Kota Tangerang Selatan.

Baca juga: Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Seperti Apa Gaya Kampanye Muhamad-Sara?

"Saya pasti akan maju dengan 100 persen, berkomitmen membangun Tangerang Selatan bersama Pak Muhammad," kata Sara ditemui di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020)

Dalam Pilkada 2020 ini, Muhamad-Sara didukung dari sembilan partai politik yaitu PDI-P, Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional dan Partai Hanura.

Kemudian, Partai Nasdem, Partai Perindo, Partai Garuda, dan Partai Berkarya, dengan akumulasi kursi di DPRD Kota Tangsel mencapai 23 kursi.

Kampanye dan Janji Politik

Pasangan calon Muhamad-Sara mendapat nomor urut 1 dalam Pilkada 2020, hal tersebut diumumkan dalam Rapat Pleno KPU Tangerang Selatan pada Kamis (24/9/2020).

Pasangan ini mulai melakukan kampanye baik kampanye tatap muka secara terbatas dan kampanye secara virtual.

Tim Media dan Komunikasi Sara, Lestari mengatakan, Sara akan melakukan kampanye secara virtual dan tatap muka.

Sementara, jadwal Muhamad dan tim pemenangan untuk kampanye tatap muka sudah disesuaikan.

Baca juga: Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

"Hari ini full virtual, kebanyakan zoom meeting. Kayak podcast, ketemu relawan untuk ngobrol-ngobrol pakai zoom meeting kayak gitu, belum turun ke lapangan," Lestari saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nadiem: Aktivitas Sekolah saat Pandemi Beda dengan Kondisi Normal

Nadiem: Aktivitas Sekolah saat Pandemi Beda dengan Kondisi Normal

Nasional
Tren Kampanye Tatap Muka Meningkat, Bawaslu Minta Protokol Kesehatan Dipatuhi

Tren Kampanye Tatap Muka Meningkat, Bawaslu Minta Protokol Kesehatan Dipatuhi

Nasional
Soal Sekolah Dibuka Kembali, Nadiem: Kuncinya di Orangtua

Soal Sekolah Dibuka Kembali, Nadiem: Kuncinya di Orangtua

Nasional
DPR Didesak Ambil Sikap Atas Rencana Relokasi Warga Pulau Komodo

DPR Didesak Ambil Sikap Atas Rencana Relokasi Warga Pulau Komodo

Nasional
Menag: Dari Perspektif Agama, Kemajemukan Adalah Rahmat

Menag: Dari Perspektif Agama, Kemajemukan Adalah Rahmat

Nasional
Bertemu Menkumham, DPR Serahkan Masukan untuk Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Bertemu Menkumham, DPR Serahkan Masukan untuk Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme

Nasional
Sambil Terisak, Jaksa Pinangki Minta Maaf ke Anita Kolopaking

Sambil Terisak, Jaksa Pinangki Minta Maaf ke Anita Kolopaking

Nasional
Kepala Bakamla Ingatkan Personelnya Bijak Gunakan Medsos

Kepala Bakamla Ingatkan Personelnya Bijak Gunakan Medsos

Nasional
Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Nasional
Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Nasional
Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Nasional
Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal 'Action Plan' yang Dibuat Jaksa Pinangki

Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal "Action Plan" yang Dibuat Jaksa Pinangki

Nasional
Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

Nasional
Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X