Agnes Setyowati
Akademisi

Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat. Meraih gelar doktor Ilmu Susastra dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Aktif sebagai tim redaksi Jurnal Wahana FISIB Universitas Pakuan, Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat  Bogor, dan anggota Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara). Meminati penelitian di bidang representasi identitas dan kajian budaya.

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Kompas.com - 29/10/2020, 21:13 WIB
Memperingati Sumpah Pemuda, Bendera Merah Putih di terbangkan dengan layang-layang bentuk naga, di kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Rabu (28/10/2020). SLAMET WIDODOMemperingati Sumpah Pemuda, Bendera Merah Putih di terbangkan dengan layang-layang bentuk naga, di kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Rabu (28/10/2020).

Namun, perjuangan generasi mudah tidak bisa kita samakan dengan apa yang dilakukan generasi muda pada tahun sebelumnya. Jika dulu perjuangan mereka lebih terfokus pada bagaimana membebaskan diri dari belenggu penjajahan dan rezim otoriter, konteks saat ini mereka memiliki tantangan dan cara berjuang yang berbeda.

Saat ini, secara demografi jumlah usia produktif terbilang cukup besar sehingga membentuk kapasitas sejak dini dan perlibatan kelompok muda dalam bidang politik wajib dioptimalkan untuk menghadapi tantangan Indonesia di masa yang akan datang.

Seperti diketahui bahwa pola perkembangan pemuda berbeda-beda tergantung dengan konteks zaman yang sangat menentukan posisi sebuah generasi. Oleh karena itu, pergerakan kaum muda harus disesuaikan dengan karakteristik zamannya.

Raditya (2015) mengatakan bahwa menurut kajian media kelompok muda diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, antara lain generasi baby-boomer yang dalam kehidupan sehari-harinya mengandalkan pengalaman sosial nyata dan masih erat dengan cara berpikir primordialis dan feodalis.

Kelompok berikutnya adalah generasi X dan Y yang cenderung lebih lentur dalam hal mobilitas, tidak perduli sistem, mandiri, dan terkadang anti kemapanan.

Oleh karena itu, kemungkinan pelibatan aktif pemuda dalam politik juga memerlukan pendekatan dan strategi yang unik, tepat, dan baik.

Memasuki era revolusi 4.0 dan society 5.0 generasi milenial akan menghadapi tantangan yang tidak mudah karena cepatnya perkembangan teknologi-informasi telah ‘memaksa’ mereka untuk bersikap adaptif, kritis, observatif, luwes, dan visioner agar mampu bertahan dalam konteks persaingan global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perlu diakui telah banyak sumbangsih generasi milenial dalam kemampuan mereka beradaptasi dengan teknologi yang luar biasa dan mencapai prestasi-prestasi mendunia.

Oleh karena itu, pengembangan SDM dan pembangunan ekonomi dan politik yang berkelanjutan perlu menjadi fokus utama pemerintah, serta dapat direncanakan melalui pendidikan yang implementatif dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, penting untuk mengintensifkan pembentukkan karakter dan pengetahuan sejarah bangsa untuk menunjang SDM dan pembangunan ekonomi karena keduanya merupakan komponen penting bagi generasi muda untuk menumbuhkan nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, membangun toleransi terhadap keberagaman, serta menumbuhkan sikap humanis sehingga pemuda dengan segala potensi yang dimilikinya dapat berkontribusi menjaga dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Tekankan Pemberdayaan Umat untuk Hilangkan Kemiskinan

Wapres Tekankan Pemberdayaan Umat untuk Hilangkan Kemiskinan

Nasional
KSP Terbitkan Laporan Kinerja Pemerintah, Moeldoko: Penanda Kebangkitan dari Pandemi

KSP Terbitkan Laporan Kinerja Pemerintah, Moeldoko: Penanda Kebangkitan dari Pandemi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Lonjakan Kasus Covid-19 dan Duka Selama Pandemi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Lonjakan Kasus Covid-19 dan Duka Selama Pandemi

Nasional
Mengenang Saat Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik...

Mengenang Saat Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik...

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Nasional
Jokowi Berikan Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta untuk PKL di Tarakan

Jokowi Berikan Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta untuk PKL di Tarakan

Nasional
Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Nasional
Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Nasional
KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

Nasional
KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

Nasional
Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Nasional
Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Nasional
Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.