Kompas.com - 27/10/2020, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis (LESPERSSI) Beni Sukadis menuturkan, Kementerian Pertahanan perlu skema cepat untuk memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) fase ketiga pada 2019-2024.

MEF merupakan kekuatan pokok minimal yang harus dimiliki untuk pertahanan suatu negara.

"Dengan jangka waktu yang singkat ini diperlukan suatu skema cepat dalam akuisisi senjata," ujar Beni kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Puan: DPR Dukung Diplomasi Menhan Prabowo Guna Kemajuan Alutsista

Beni mengatakan, skema cepat bisa dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan melakukan diplomasi pertahanan ke sejumlah negara dengan target modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Ia mengungkapkan, pemenuhan program MEF menjadi EF menargetkan sejumlah alutsista canggih yang meliputi, 160 jet tempur, 15 kapal selam hingga 48 heli canggih.

Menurut Beni, kondisi pesawat tempur saat ini perlu diganti maupun diperbarui. Pesawat tempur itu misalnya Hawk dan F-16.

"Seperti peswat tempur kita sebagian harus diganti atau diperbarui terutama Hawk (buatan Inggris) dan F16 (penggunaan sejak '80-an) dan lainnya," kata Beni.

Baca juga: Ini Topik yang Dibicarakan Prabowo Saat Bertemu Menhan Turki

Di samping itu Beni menilai diplomasi pertahanan tak hanya menyasar kerja sama pada aspek alutsista, melainkan juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Selama ini, kerja sama pada aspek SDM sudah terjalin baik dengan AS. Kendati demikian, tugas pemerintah saat ini adalah terus melanjutkan kerja sama tersebut.

"Untuk kerja sama diklat dan peningkatan kapasitas SDM tinggal melanjutkan saja terutama dengan AS. Di mana aktivitas m to m (military to military) bisa mencapai 200 kegiatan per tahunnya," terang dia.

Baca juga: Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Adapun Prabowo telah mengunjungi empat negara dalam sembilan hari sekaligus, sejak 15 hingga 23 Oktober 2020. Kunjungan itu dalam rangka melakukan diplomasi pertahanan untuk memodernisasi alutsista TNI.

Kunjungan pertama dilakukan Prabowo dengan memenuhi undangan Menhan AS Mark Esper pada 15-19 Oktober.

Kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Austria. Di Wina, Austria, Prabowo bertemu Menhan Austria Klaudia Tanner guna membahas pembelian pesawat tempur Eurofighter Typhoon bekas.

Baca juga: Prabowo Bertemu Menhan Austria, Bahas Rencana Pembelian Eurofighter Typhoon

Kemudiam Prabowo melanjutkan lawatannya ke Perancis. Ia bertemu Menhan Perancis Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Perancis di Paris, Rabu (21/10/2020) waktu setempat.

Terakhir, ia menyambangi Turki. Di Kota Ankara, Turki, Prabowo bertemu Menhan Turki Hulusi Akar pada Jumat (23/10/2020).

Secara keseluruhan, sejak mengemban jabatan Menhan per 23 Oktober 2019, sudah 15 negara dikunjungi Prabowo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Minta Semua Pihak Tak Memperkeruh Suasana atas Kasus Lukas Enembe

KPK Minta Semua Pihak Tak Memperkeruh Suasana atas Kasus Lukas Enembe

Nasional
Dugaan Penipuan PT Indosterling Optima Investa, Ini Kata Pengacara

Dugaan Penipuan PT Indosterling Optima Investa, Ini Kata Pengacara

Nasional
Jika Tak Bertahan di KIB, PPP Disarankan Segera Putuskan Koalisi Baru

Jika Tak Bertahan di KIB, PPP Disarankan Segera Putuskan Koalisi Baru

Nasional
Media Narasi Laporkan Dugaan Peretasan ke Bareskrim

Media Narasi Laporkan Dugaan Peretasan ke Bareskrim

Nasional
Fadel Muhammad Laporkan La Nyalla ke BK DPD Terkait Manipulasi Agenda Sidang Paripurna

Fadel Muhammad Laporkan La Nyalla ke BK DPD Terkait Manipulasi Agenda Sidang Paripurna

Nasional
UPDATE 30 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,95 Persen, Ketiga 27,09 Persen

UPDATE 30 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,95 Persen, Ketiga 27,09 Persen

Nasional
Di Balik Organisasi Bayangan Nadiem, Apa Kata Pengguna Platform Pendidikan Bentukannya?

Di Balik Organisasi Bayangan Nadiem, Apa Kata Pengguna Platform Pendidikan Bentukannya?

Nasional
PDI-P Ungkap Puan Belum Dapat Arahan Temui AHY

PDI-P Ungkap Puan Belum Dapat Arahan Temui AHY

Nasional
Mengaku Nasution, Pierre Tendean Diculik, Diikat di Mobil, dan Ditembak Kepalanya

Mengaku Nasution, Pierre Tendean Diculik, Diikat di Mobil, dan Ditembak Kepalanya

Nasional
BERITA FOTO: Penampakan Putri Candrawathi Pakai Baju Tahanan

BERITA FOTO: Penampakan Putri Candrawathi Pakai Baju Tahanan

Nasional
UPDATE 30 September: Bertambah 1.857, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.431.624

UPDATE 30 September: Bertambah 1.857, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.431.624

Nasional
KSAL: Tak Akan Ada Prajurit yang Lolos dari Hukum jika Terbukti Langgar Pidana

KSAL: Tak Akan Ada Prajurit yang Lolos dari Hukum jika Terbukti Langgar Pidana

Nasional
Sekjen DPR Minta Persoalan Pamdal Titipan Anggota Dewan Tak Diperpanjang

Sekjen DPR Minta Persoalan Pamdal Titipan Anggota Dewan Tak Diperpanjang

Nasional
Politisi Gerindra Nilai Penahanan Putri Candrawathi Sudah Tepat: Alasannya 'Make Sense'

Politisi Gerindra Nilai Penahanan Putri Candrawathi Sudah Tepat: Alasannya "Make Sense"

Nasional
'Lorong Gelap' Dunia Maya, Tindak Kekerasan Seksual Berbasis Siber yang Makin Masif

"Lorong Gelap" Dunia Maya, Tindak Kekerasan Seksual Berbasis Siber yang Makin Masif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.