Jokowi: Jangan Sampai Ada Disinformasi soal Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 26/10/2020, 15:50 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/HO/KEMENLUPresiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan kepala lembaga menjaga komunikasi dengan publik agar tak muncul sentimen negatif terhadap vaksinasi Covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang pengadaan vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2020).

"Harus dijelaskan secara komperehensif terhadap publik mengenai manfaat vaksin dan peta jalan pelaksanaan vaksinasi sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform di media yang ada," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Vaksinasi Tak Hanya Terkait Keselamatan Manusia, tapi Juga Ekonomi

Ia pun meminta jajarannya berhati-hati saat mengomunikasikan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam pengadaan vaksin Covid-19.

Jokowi mengingatkan, jangan sampai masyarakat menilai pemerintah tergesa-gesa dan menerobos kaidah-kaidah saintifik demi memperoleh vaksin Covid-19.

Ia juga menginstruksikan para menterinya untuk menjelaskan kepada masyarakat program vaksinasi Covid-19 secara komprehensif, mulai dari manfaatnya serta tahapan pengadaan, hingga penyuntikkan.

"Ini penting sekali, sekali lagi strategi komunikasi publiknya disiapkan dengab baik dan saya minta ini timnya Pak Menteri BUMN disiapkan lagi mengenai strategi komunikasi ini, di-back up dan dibantu oleh Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika)," tutur Jokowi.

Baca juga: Jokowi Ingin Vaksinasi untuk Cegah Covid-19 Tak Melanggar Kaidah Kesehatan

"Libatkan dari awal majelis dan organisasi keagaamaan, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lainnya terutama dalam menjelaskan soal manfaat vaksin dan meyakinkan kepada umat mengenai kehalalan dari vaksin," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X