Kompas.com - 22/10/2020, 10:29 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIKepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menilai penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan di Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Moeldoko saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

"Kalau kita coba bandingkan penanganan Covid-19 dan juga ekonomi antara Indonesia dengan Amerika, biar agak ekstrem perbandingannya antara negara Indonesia dengan Amerika, Indonesia memiliki rasio ketersediaan dokter 0,38 per 1.000 penduduk," kata Moeldoko.

Baca juga: Guru, Pegawai Stasiun, hingga Petugas Damkar Juga Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Bekasi

"AS 2,59 per seribu penduduk. Sangat jauh. Hampir lima kali. Berikutnya jumlah kasus Covid disana kurang lebih 8,5 juta. Kita masih belum jutaan," lanjut dia.

Adapun total tes usap yang dilakukan AS jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Total spesimen yang telah dites di AS sebanyak 128.65.157 atau 387.967 per 1 juta penduduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan di Indonesia total spesimen yang telah dites sebanyak 4.167.210 atau 15.186 per 1 juta pendduduk. Untuk diketahui, penduduk AS sekitar 328 juta sedangkan Indonesia sekitar 268 juta jiwa.

Ia pun melanjutkan dari segi penanganan ekonomi di masa pandemi, Indonesia masih lebih baik daripada AS.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih lebih aman dibandingkan AS.

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf, Wali Kota Solo: Biarpun Covid-19, Stabilitas Negara Terjaga

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua tumbuh negatif 5,39 persen. Sedangkan AS tumbuh negatif 9,1 persen.

"Dari sini harus yakin bahwa kebijakan yang diambil Presiden jalan yg tepat. Tak lakukan lockdown tapi PSBB. Itu adalah solusi karena antara gas dan rem diatur oleh Pemda. Jadi optimisme harus dibangun," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.