KPAI: 171 Pelajar Diamankan Polda Metro Jaya Terkait Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Kompas.com - 21/10/2020, 11:33 WIB
Komisioner KPAI Jasra Putra di Silang Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKomisioner KPAI Jasra Putra di Silang Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) masih menemukan pelibatan anak dalam aksi unjuk rasa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dilakukan pada Selasa (20/10/2020).

Bahkan, menurut Komisioner KPAI Jasra Putra, pihak Polda Metro Jaya telah mengamankan 171 anak terkait unjuk rasa.

"Hasil koordinasi dengan Ibu Kompol Ema Rahmawati Kanit PPA Mabes Polri menyampaikan via Whatsapp sebanyak 171 pelajar diamankan oleh Polda Metro Jaya," kata Jasra melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2020) malam.

Baca juga: Polisi: Tiga Admin Medsos yang Provokasi Demo Rusuh Juga Berstatus Pelajar

Terkait hal itu, Jasra meminta aparat kepolisian untuk tetap bertindak sesuai Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

KPAI juga meminta polisi memperhatikan penerapan Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Kemudian dalam proses penanganan diupaya penahanan anak adalah upaya terakhir, pemulangan kepada orang tua adalah upaya yang prioritas," ujar dia.

Pada Selasa (20/10/2020), sejumlah elemen kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di Jakarta.

Baca juga: KPAI Harap Pelibatan Anak dan Remaja dalam Aksi Unjuk Rasa UU Cipta Kerja Berkurang

Gelombang protes tolak UU Cipta Kerja belum surut sejak beleid kontoversial itu disahkan pemerintah dan DPR pada 5 Oktober lalu.

Pembahasannya yang dianggap cacat prosedur karena tak transparan hingga pengesahannya, ditambah muatan pasal yang dinilai pro-pengusaha, membuat UU Cipta Kerja jadi bulan-bulanan kaum buruh, mahasiswa, hingga kalangan akademisi dan koalisi sipil.

Beberapa waktu lalu, buruh dan BEM SI juga melakukan aksi unjuk rasa yang juga berlangsung ricuh.

Dalam aksi tersebut juga ditemukan adanya pelibatan anak dari rentang umur 10 hingga 17 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X