Setahun Jokowi-Ma'ruf: Pernyataan Kontroversial hingga Prediksi Puncak Pandemi Covid-19

Kompas.com - 20/10/2020, 10:09 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc.

Dengan catatan, patokan hari pertama terjadi pada pekan pertama Februari 2020.

Hasil penghitungan tim FKM UI menyebutkan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia akan mencapai 500.000 hingga 2.500.000 orang, tergantung pada sejauh mana intervensi yang dilakukan pemerintah.

Penambahan kasus tertinggi hingga dekati 5.000 kasus

Selama pandemi Covid-19, pemerintah melaporkan jumlah perkembangan kasus harian secara terus-menerus setiap hari.

Laporan itu terdiri dari penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif, pasien yang sembuh, pasien meninggal dunia, jumlah spesimen (uji sampel), jumlah orang diperiksa hingga jumlah suspek Covid-19 yang dicatat dalam kurun waktu 24 jam.

Selain itu, disampaikan pula data Covid-19 dari 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: 5.810 Pasien Sembuh dari Covid-19, Rekor Tertinggi sejak 2 Maret

Dari laporan yang disampaikan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun Satuan Tugas Penanganan Covid-19, terpantau sejumlah rekor penambahan kasus harian tertinggi.

Penambahan kasus positif harian dalam jumlah tinggi terpantau sejak 1 Mei 2020. Saat itu ada 433 penambahan kasus baru Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Selanjutnya, pada 9 Mei 2020, tercatat ada 533 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam. Lalu pada 13 Mei tercatat penambahan 689 pasien positif Covid-19 dalam sehari.

Pada 21 Mei 2020, terjadi penambahan kasus harian mencapai 973 kasus.

Setelah itu, penambahan kasus harian Covid-19 tertinggi tercatat mencapai ribuan dalam sehari. Salah satunya terjadi pada 2 Juli 2020 yang mana tercatat penambahan 1.624 kasus baru dalam 24 jam.

Baca juga: UPDATE 19 Oktober: 3.373 Kasus Baru Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Tertinggi

Kemudian, sepekan setelahnya, penambahan kasus harian bahkan sudah tembus di angka 2.000-an kasus. Tepatnya pada 9 Juli 2020, ada 2.657 kasus baru Covid-19 dalam sehari.

Memasuki Agustus, jumlah penambahan kasus harian tertinggi kembali meningkat. Bahkan, kondisi tersebut terjadi dalam kurun waktu sepekan.

Pertama, pada 27 Agustus 2020 tercatat ada 2.719 kasus baru Covid-19 yang terjadi dalam 24 jam. Berikutnya, pada 28 Agustus 2020 tercatat ada 3.003 kasus Covid-19 yang terjadi selama 24 jam.

Terakhir pada 29 Agustus 2020, ada 3.308 kasus baru Covid-19 yang terjadi dalam satu hari.

Setelah itu, rekor penambahan pasien harian tertinggi kembali terjadi pada Kamis (24/9/2020) yakni sebanyak 4.634 kasus baru dalam 24 jam.

Sehari setelahnya, yakni Jumat (25/9/2020), rekor penambahan tertinggi kembali terjadi saat ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 4.823 orang dalam 24 jam terakhir.

Kemudian, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis (8/10/2020), ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 4.850 orang dalam 24 jam terakhir.

Angka penambahan kasus baru pada 8 Oktober lalu tercatat merupakan yang tertinggi selama pandemi melanda Indonesia.

Kapan pandemi berakhir?

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, puncak penyebaran virus corona di Indonesia sulit diprediksi lantaran data yang selalu berubah-ubah setiap waktu.

"Jadi sebetulnya kalau datanya tidak berubah-ubah, akan lebih mudah diprediksi. Yang menyulitkan itu kan karena data yang selalu berubah," kata Windhu kepada Kompas.com, pada 16 Juli lalu.

Baca juga: 365.240 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Janji Pengadaan Vaksin

Perubahan data, menurut dia, dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. Ketika pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), laju pertumbuhan kasus harian relatif dapat dikendalikan.

Namun, saat kebijakan itu dilonggarkan untuk memberikan kesempatan agar roda ekonomi kembali bergeliat, laju pertumbuhan kasus harian juga mengalami peningkatan.

"Prediksi itu kan mesti pake asumsi-asumsi, asumsinya kalau keadaannya seperti ini, nanti puncaknya akan kapan, dan turunnya kapan. Tapi kalau datanya berubah, ya harus diulang lagi," jelas dia.

"Ya susah ini, apalagi di negeri seperti kita ini yang kebijakannya terus berubah. Jadi kita enggak tahu kapan akan berakhir," ucap Windhu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X