KILAS

Tidak hanya 3M, Masyarakat Bisa Antisipasi Covid-19 dengan 3K

Kompas.com - 20/10/2020, 10:07 WIB
Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19. Shutterstock/Pordee AomboonIlustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19.

KOMPAS.com – Psikolog dan pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Edward Andriyanto Sutardhio mengatakan, masyarakat dapat mengantisipasi virus Covid-19 dengan melakukan 3K.

Tidak hanya itu, #K juga dapat mempercepat proses penyembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

3K yang dimaksud adalah, pertama, “Kaji Informasi” di mana semua informasi yang masuk harus telah dipastikan sebagai informasi yang dapat diandalkan dan berdampak positif terhadap pikiran.

Kedua, “Kelola Emosi”, yaitu mengatur seluruh emosi agar lebih rileks, tenang, dan lebih nyaman sehingga tubuh memiliki kekuatan untuk melawan penyakit yang menyerang imunitas tersebut.

Ketiga, “Kembangkan Sumber Daya”, yakni mencari hobi atau sesuatu yang menyenangkan. Edward menerangkan, sumber daya paling penting yang dimaksud adalah yang berada di sekeliling.

Baca juga: Satgas Covid-19: Angka Kesembuhan Meningkat 4,4 Persen dalam Sepekan Terakhir

Dengan begitu, hobi atau sesuatu yang menyenangkan tersebut bisa membantu masyarakat lebih baik, lebih sehat, dan lebih mampu menghadapi situasi sulit ini.

Dia memaparkan itu dalam gelar wicara " Perjuangan Penyintas Melawan Covid-19" di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, Edward juga memberi pesan kepada para penyintas Covid-19 agar segera kembali beraktivitas di tengah masyarakat.

Menurutnya, para penyintas Covid-19 dapat membagikan perjuangan mereka dengan orang lain sehingga tahu apa yang harus mereka lakukan jika mengalami hal serupa.

Baca juga: Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Selain itu, hal penting lainnya adalah para penyintas Covid-19 segera bangkit melakukan yang terbaik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga pada orang di sekililing.

“Keberhasilan perjuangan para penyintas Covid-19 ini bisa dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk kepedulian dan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran wabah coronavirus di negara kita," paparnya seperti dimuat di laman covid19.co.id, Selasa (20/10/2020).

Adapun, langkah ini juga menjadi bagian dari kampanye perubahan perilaku adaptasi kebiasaan baru kepada masyarakat luas, yaitu 3M.

3M yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Bahkan, langkah-langkah tersebut saat ini masih dinilai sebagai yang terbaik dalam memutus mata rantai penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Baca juga: Begini Cara Penyintas Covid-19 Ajarkan Anak Terbiasa Memakai Masker



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X