Indonesia Dinilai Tengah Hadapi Situasi Krisis Kesehatan

Kompas.com - 16/10/2020, 10:37 WIB
Sejumlah dokter bersama tenaga medis lainnya melaksanakan shalat jenazah untuk almarhum dr Zulkifli Sp.P, dokter senior spesialis paru yang meninggal setelah positif Covid-19, saat pelepasan terakhir jenazah di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, Selasa (29/9/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menyatakan, almarhum menjadi dokter keempat di Aceh yang meninggal akibat Covid-19. ANTARA FOTO/AMPELSASejumlah dokter bersama tenaga medis lainnya melaksanakan shalat jenazah untuk almarhum dr Zulkifli Sp.P, dokter senior spesialis paru yang meninggal setelah positif Covid-19, saat pelepasan terakhir jenazah di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, Selasa (29/9/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menyatakan, almarhum menjadi dokter keempat di Aceh yang meninggal akibat Covid-19.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam dua pekan terakhir, sembilan orang dokter dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19 yang telah menjadi melanda Indonesia selama lebih dari tujuh bulan. Tingginya angka kematian dokter ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, lantaran dokter menjadi salah satu aspek penting dalam menangani Covid-19.

Wakil Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Ari Kusuma Januarto mengungkapkan, dengan penambahan sembilan orang dokter yang meninggal dunia, saat ini total sudah ada 136 dokter yang wafat akibat Covid-19.

Ia pun menyebut kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, meski sudah berbulan-bulan pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, kasus kematian tenaga medis masih sangat tinggi.

Baca juga: UPDATE: Kasus Aktif Covid-19 dan Angka Kematian Dokter yang Kian Meningkat

"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19. Ini adalah sutuasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," ucap Ari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Secara rinci, dokter yang meninggal dunia tersebar di 18 provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus dokter meninggal dunia tertinggi (32 orang). Disusul kemudian oleh Sumatera Utara (23 orang), DKI Jakarta (19 dokter), Jawa Barat (12 dokter) dan Jawa Tengah (9 dokter).

Mayoritas dokter yang meninggal dunia adalah dokter umum yaitu sebanyak 71 orang. Disusul kemudian dokter interna (8 orang), dokter bedah (7 orang), dokter kandungan (7 orang), dan pediatri (6 orang).

Baca juga: Studi WHO: Remdesivir Tak Miliki Efek Substansial pada Peluang Hidup Pasien Covid-19

Tertular OTG

Ketua Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menduga, banyaknya kasus dokter meninggal dunia lantaran tertular dari orang tanpa gejala atau OTG Covid-19.

Mereka mendatangi dokter untuk memeriksakan diri dengan keluhan lain, tetapi tidak menyadari bahwa rupanya telah tertular virus corona.

Dugaan itu disampaikan Doni mengingat mayoritas dokter yang meninggal dunia adalah dokter umum.

"Padahal mereka (dokter) tidak langsung berhadapan dengan pasien Covid-19, sehingga dapat kita simpulkan bahwa risiko dokter sangat tinggi. Mereka yang bukan pasien covid ternyata sudah OTG yang justru menulari para dokter," kata Doni usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Menurut Dokter Ini, Butuh 60 sampai 70 Persen Penduduk yang Divaksin untuk Capai Herd Immunity

Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan Tim Mitigasi PB IDI Eka Ginanjar mengingatkan, agar semua pihak mewaspadai potensi tertularnya virus corona dari orang tanpa gejala atau yang hanya menunjukkan gejala ringan.

"Orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini, biasanya belum pernah melakukan testing Covid-19. Kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, dan lalu menularkannya pada orang lain yang rentan," kata Eka.

Ia pun mengimbau agar semua orang tidak meremehkan penyakit Covid-19. Tak hanya itu, ia juga meminta agar masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah kecuali untuk aktivitas yang mendesak.

Bila diperlukan, segera lakukan tes atau pengujian apakah tertular virus corona atau tidak setelah melakukan kegiatan di luar rumah.

Baca juga: Dokter Meninggal Dunia karena Covid-19 Bertambah, IDI Ingatkan Selalu Waspada OTG

Patuhi protokol pencegahan

Eka menambahkan, masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah harus selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.

Menurut dia, penerapan protokol inimerupakan cara yang paling ampuh sebelum vaksin Covid-19 ditemukan.

"Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan," ucapnya.

Saat ini, ia mengatakan, banyak masyarakat yang masih setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: 136 Dokter Meninggal akibat Corona, IDI: Masih Banyak Orang Abai Protokol Kesehatan

Misalnya, menggunakan masker tetapi memakainya di dagu atau berkumpul tanpa menggunakan masker. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan juga mulai kendur serta tidak lagi langsung mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas di luar rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakamla Amankan Kapal Tanker Panama dan Iran yang Diduga Transfer BBM Ilegal

Bakamla Amankan Kapal Tanker Panama dan Iran yang Diduga Transfer BBM Ilegal

Nasional
Kompolnas Beberkan Latar Belakang Listyo Sigit Ingin Ubah Tugas Polsek

Kompolnas Beberkan Latar Belakang Listyo Sigit Ingin Ubah Tugas Polsek

Nasional
Kompolnas: Pengaktifan Pam Swakarsa Diatur Undang-undang

Kompolnas: Pengaktifan Pam Swakarsa Diatur Undang-undang

Nasional
Soal Restorative Justice yang Disinggung Listyo Sigit, Pengamat: Belum Dipahami hingga Level Bawah

Soal Restorative Justice yang Disinggung Listyo Sigit, Pengamat: Belum Dipahami hingga Level Bawah

Nasional
Kompolnas: Pam Swakarsa Bermakna Keinginan Masyarakat

Kompolnas: Pam Swakarsa Bermakna Keinginan Masyarakat

Nasional
Tambah 5 di Belanda, Total 2.942 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Tambah 5 di Belanda, Total 2.942 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Nasional
Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Nasional
Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Nasional
Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Nasional
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X