Atasi Pandemi Covid-19, 80 Persen Masyarakat Harus Rajin Cuci Tangan Pakai Sabun

Kompas.com - 15/10/2020, 13:41 WIB
Foto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan peserta diwajibkan mencuci tangan sebelum mengikuti perlombaan dalam rangka 17 Agustusan di Komplek Grand Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIFoto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan peserta diwajibkan mencuci tangan sebelum mengikuti perlombaan dalam rangka 17 Agustusan di Komplek Grand Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Perumahan dan Permukiman Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19, setidaknya harus 80 persen masyarakat melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Hal tersebut disampaikan Tri saat menghadiri acara kampanye nasional dan hari cuci tangan pakai sabun sedunia, secara daring, Kamis (14/10/2020).

"Kalau kita ingin membuat masyarakat cukup puas mengatasi atau menanggulangi kondisi pandemi ini, memang harus lebih dari 50 persen atau bahkan 80 persen (rutin cuci tangan)," ujar Tri.

Baca juga: Terawan hingga Fachrul Razi Ingatkan Pentingnya Cuci Tangan untuk Cegah Covid-19

CTPS, kata dia, harus dilakukan secara lebih mayoritas oleh masyarakat agar perlawanan terhadap Covid-19 secara berkelompok menjadi lebih kuat.

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan setelah pandemi Covid-19 terjadi, kata dia, masyarakat yang sering melakukan cuci tangan kurang dari 50 persen.

Kemudian ruang publik yang mempunyai sarana prasarana CTPS baik di pasar maupun mal baru 48,59 persen.

Pasar tradisional, kata dia, kurang dari 50 persen yang mempunyai sarana prasarana CTPS, dan tempat ibadah baru 25 persen yang mempunyai sarana prasarana CTPS.

Baca juga: Pemprov DKI Ingin Kemendikbud Masukkan Ajakan Cuci Tangan Dalam Modul Pembelajaran

Begitu pun di tempat kerja, sarana prasarana dan protokol kesehatannya baru 18 persen, sedangkan mal baru 23 persen.

"Jadi ini memperlihatkan memang kondisinya masih jauh dari harapan kita," kata dia.

Ia mengatakan, jika ingin membuat masyarakat kebal Covid-19 dengan gerakan CTPS, maka harus didukung dengan sarana dan prasarananya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X