IDI: Hingga Vaksin yang Efektif Ditemukan, Protokol Kesehatan Jadi Pencegahan Covid-19

Kompas.com - 15/10/2020, 10:38 WIB
Warga berjalan di dekat mural berisi pesan ajakan menggunakan masker dan replika peti mati COVID-19 di Cikoko, Pancoran, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarWarga berjalan di dekat mural berisi pesan ajakan menggunakan masker dan replika peti mati COVID-19 di Cikoko, Pancoran, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Eka Ginanjar mengingatkan selama belum ada vaksin yang aman dan efektif untuk Covid-19 ditemukan, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Eka, protokol kesehatan merupakan cara yang penting untuk mencegah terpapar Covid-19.

"Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan," ujar Eka dalam keterangan tertulis PB IDI yang diterima Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Denda Penegakan Protokol Kesehatan di Jatim Terkumpul Rp 1,6 Miliar

Dia mengatakan, banyak masyarakat terlihat masih setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan.

Misalnya dengan memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, abai berganti pakaian setelah beraktifitas di luar rumah, dan masih banyak lagi.

Padahal, lanjut Eka, yang harus diwaspadai saat ini adalah keberadaan orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau menderita gejala ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini, biasanya belum pernah melakukan testing Covid-19, kemudian melakukan aktifitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, dan lalu menularkannya pada orang lain yang rentan," jelas Eka.

"Sementara bagi orang yang mengalami gejala seperti flu walaupun hanya ringan, janganlah meremehkan hal ini. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing," lanjutnya.

Selain itu, dalam banyak hal, orang-orang pun masih sulit mempercayai keberadaan Covid-19.

Eka menegaskan, faktanya Virus Corona penyebab Covid-19 telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: KPU Sebut Sudah Rancang Protokol Kesehatan untuk Lindungi Petugas TPS

Virus ini juga telah mengambil banyak nyawa dengan cepat yang menyebabkan hal ini disebut pandemi.

Perlu diketahui, walaupun sebagian besar tanpa gejala atau gejala ringan, tetapi ketika menginfeksi tubuh bisa menimbulkan reaksi badai peradangan yang bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian.

"Virus ini tidak bisa terbang pindah sendiri tetapi manusialah yang membawanya kemana-mana. Sehingga tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan," ungkap Eka.

"Bukan hanya untuk keselamatan Anda sendiri, dan tetapi juga untuk orang disekitar Anda, orang-orang yang Anda sayangi, kerabat, teman kerja dan masyarakat secara luas," tambahnya.

Sementara itu, data pemerintah memperlihatkan bahwa penularan virus corona hingga Rabu (14/10/2020), masih terjadi di masyarakat.

Baca juga: Satpol PP Dalami Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan Bupati Blora

Pada Selasa tercatat penambahan 4.127 kasus baru Covid-19 dari 33 provinsi. Sehingga total ada 344.749 kasus Covid-19 di Indonesia hingga saat ini.

Selain itu tercatat pula tambahan pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 4.555 orang. Karenanya, total sudah ada 267.851 orang sembuh dari Covid-19 sejak awal pandemi.

Namun, pada periode 12-13 Oktober 2020, ada 129 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 12.156 orang.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.