UPDATE: 344.749 Kasus Covid-19 dan Kasus Aktif di 252 Daerah Masih Tinggi

Kompas.com - 15/10/2020, 07:46 WIB
Mural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU)  bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020, jumlah kasus baru positif Covid-19 semakin bertambah.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Covid-19, hingga Rabu (14/10/2020) terjadi penambahan 4.127 kasus baru positif Covid-19.

Penambahan kasus tersebut membuat total kasus positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 344.749 kasus.

Dari total kasus positif Covid-19 tersebut, tercatat 64.742 atau 18,8 persen kasus aktif.

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Dalam data yang sama, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 4.555 orang, sehingga totalnya menjadi 267.851 orang.

Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR).

Namun, pasien yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 mencapai 12.156 orang, setelah terjadi penambahan 129 orang dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, pada Selasa hingga Rabu, sudah dilakukan melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 40.393 dari 37.044 orang.

Dengan demikian, secara kumulatif spesimen yang telah diperiksa sebanyak 3.892.904 dari 2.415.606 orang.

Sementara itu, saat ini ada 154.420 orang yang berstatus suspek Covid-19.

Sebagaimana diketahui, suspek adalah istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Adapun kasus positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Dalam data tersebut, ada lima provinsi dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi.

Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta bertambah sebanyak 1.038 kasus baru, Jawa Barat sebanyak 442 kasus baru dan Sumatera Barat sebanyak 351 kasus baru.

Kemudian, Riau bertambah sebanyak 300 kasus baru dan Jawa Timur sebanyak 299 kasus baru.

Penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 500 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Di atas rata-rata dunia

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada 252 kabupaten atau kota yang memiliki persentase kasus aktif Covid-19 di atas rata-rata dunia. 

Rata-rata kasus aktif di dunia adalah 22,1 persen. 

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

"Yang di atas ini yang harus dikejar, semakin kecil, harus diturunkan, ini ada 49,03 persen atau sekitar 252 kabupaten/kota (dengan kasus aktif di atas rata-rata dunia)," kata Dewi dalam konferensi persnya, Rabu.

Kendati demikian, Dewi juga mengungkapkan ada kabupaten atau kota yang persentase kasus aktifnya sudah berada di bawah rata-rata dunia.

Baca juga: Lumuri 3 Tenaga Medis dengan Kotoran Manusia, Istri Pasien Covid-19 Jadi Tersangka

Adapun kabupaten atau kota yang berada di bawah persentase rata-rata dunia yakni 248 kabupaten atau kota atau sekitar 48,25 persen dari 514 kabupaten atau kota di Indonesia.

"Ada 14 kabupaten/kota yang tidak tercatat kasus nih, jadi nggak ada kasus aktifnya nol di sana," ujar dia. Sementara secara nasional, persentase kasus aktif di Indonesia juga berada di bawah rata-rata dunia.

Kasus positif dan aktif meningkat

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Covid-19 hingga 11 Oktober 2020 terdapat 12 kabupaten/ kota dengan jumlah kasus aktif Covid-19 di atas 1.000 kasus.

Adapun dari 12 kabupaten/kota tersebut, 5 di antaranya berada di Provinsi DKI Jakarta yaitu Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Utara, dan Kota Jakarta Barat.

Kemudian, 7 kabupaten/kota di luar DKI Jakarta dengan kasus aktif tinggi adalah Kota Ambon, Kota Jayapura, Kota Padang, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Bogor.

Oleh karenanya, Satgas Covid-19 mengatakan, pemerintah daerah harus memastikan kesiapan sarana kesehatan dalam menangani kasus aktif tersebut.

Baca juga: Pakar Ragukan Rencana Pemerintah Lakukan Vaksinasi Covid-19 November

"Pengendalian penularan, dan bagaimana kita bisa memutus rantai penularan sehingga tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang lebih tinggi lagi," kata Dewi. 

Berikut ini daftar 12 kabupaten/ kota yang dengan kasus aktif di atas 1.000 kasus berdasarkan data hingga 11 Oktober 2020 :

Kota Jakarta Timur: 2.600 kasus aktif

Kota Jakarta Selatan: 2.439 kasus aktif

Kota Pekanbaru: 2.330 kasus aktif

Kota Jakarta Barat: 2.248 kasus aktif

Kota Jakarta Pusat: 2.009 kasus aktif

Kota Padang: 1.855 kasus aktif

Kota Jayapura: 1.751 kasus aktif

Kota Bekasi: 1.688 kasus aktif

Kota Depok: 1.606 kasus aktif

Kabupaten Bogor: 1.374 kasus aktif

Kota Jakarta Utara: 1.194 kasus aktif

Kota Ambon: 1.126 kasus aktif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Nasional
Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Nasional
Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Nasional
Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Nasional
Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Nasional
Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Nasional
Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Nasional
UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke 'Marketplace'

Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke "Marketplace"

Nasional
UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X