Kompas.com - 14/10/2020, 21:22 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali. DOK. BNPBKetua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menanggapi dugaan soal adanya upaya menekan testing atau pemeriksaan Covid-19 di sejumlah daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Doni mempertanyakan dasar dugaan yang dilontarkan oleh pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono itu.

"Dari mana datanya?" kata Doni kepada Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Epidemiolog Curiga Tes Covid-19 Ditekan demi Kepentingan Pilkada

Doni mengatakan, pemeriksaan terkait Covid-19 yang dilakukan Satgas terus menunjukkan kemajuan.

Kendati demikian, ia mengakui pemeriksaan yang dilakukan pemerintah hingga saat ini belum merata di seluruh daerah.

"Iya (testing Covid-19 progresif), walaupun belum merata," ujar dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut bahwa semestinya segala tudingan yang disampaikan disertai dengan fakta.

Jika tudingan tersebut disertai fakta, ke depan hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Satgas.

"Alangkah lebih baik dugaan tersebut dapat disertai dengan fakta agar kritik yang diberikan tersebut dapat menjadi landasan perbaikan upaya pengendalian Covid-19 khususnya pada pemerintah daerah yang disebutkan," ujar Wiku.

Baca juga: Mundur dari Satgas Covid-19, Akmal Taher Kecewa Tracing dan Testing Belum Diutamakan

Namun demikian, kata Wiku, pernyataan Pandu tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus bersikap jujur dan transparan dalam upaya pengendalian Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X