Kompas.com - 14/10/2020, 11:52 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membantah tudingan bahwa rancangan undang-undang (UU) Cipta Kerja merugikan masyarakat.

Menurut Muhadjir, sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo, UU tersebut memiliki semangat untuk menyiapkan lapangan pekerjaan masyarakat. Salah satu tujuannya adalah untuk pemerataan.

"UU Cipta Kerja ini kalau dibaca, dari 11 klaster sebetulnya yang perlu kita perhatikan adalah begitu luasnya dibuka, baik itu pemberian kemudahan, perlindungan, maupun bimbingan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)," ujar Muhadjir saat memberi keynote speech dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan dengan tema 'Komitmen Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan bagi Peserta JKN di Era Adaptasi Kebiasaan Baru' secara daring, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Inklusi Keuangan, BRI Gandeng Fintech Salurkan Rp 30 Miliar untuk UMKM

"Ini artinya, sebetulnya tidak benar kalau pemerintah akan menganakemaskan pengusaha besar, akan memberikan karpet merah pada investor asing untuk bisa semaunya masuk ke Indonesia. Sama sekali tidak benar," lanjut dia.

Ia menegaskan, pengertian investasi dalam RUU Cipta Kerja adalah investasi dalam negeri yang membuka peluang investasi dari luar.

Selain itu, investasi yang dimaksud adalah pengusaha domestik yang bergerak di bidang UMKM.

"Dan sekarang akan dibuka dengan sangat luas, perizinan dipermudah, kemudian akses kepada modal juga diperluas dan bimbingan-bimbingan akan terus dilakukan. Itulah yang menjadi tanggung jawab kita bersama," kata dia.

Baca juga: Prosedur Cara Mendapat Bantuan UMKM Rp 12,5 Miliar dari Facebook

Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, kata dia, usaha-usaha di sektor kesehatan paling bisa diandalkan.

Dengan demikian, RUU Cipta Kerja tersebut merupakan momentum yang baik jika bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Paling tidak bisa menguasai pasar bisnis kesehatan di dalam negeri. Syukur-syukur kemudian kita bisa menjadi bagian satu ekspor untuk menaikkan devisa di sektor kesehatan ini," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X