Menko PMK: Pengembangan Tanaman Obat di Masa Pandemi Sangat Penting

Kompas.com - 09/10/2020, 09:27 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke BP2P2TOOT Kementerian Kesehatanbdi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke BP2P2TOOT Kementerian Kesehatanbdi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pengembangan tanaman obat dan herbal pada masa pandemi Covid-19, sangat penting.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk fokus terhadap obat-obatan yang bersumber dari bahan baku asli Indonesia.

"Sesuai arahan Presiden, diminta untuk lebih mengutamakan bahan yang bersumber dari Indonesia, yaitu bahan baku lokal," kata Muhadjir saat mengunjungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari siaran pers, Jumat (9/10/10/2020).

Baca juga: WHO Izinkan Obat Herbal Afrika untuk Pengobatan Potensial Infeksi Virus Corona

Beberapa tanaman obat yang dikembangkan di B2P2TOOT, yaitu tanaman kamomil/chamomile dan tanaman timi/thime.

Muhadjir berharap, tidak hanya sebagai obat herbal dan tradisional, tetapi tanaman obat di taman B2P2TOOT juga dapat dikembangkan sebagai obat fitofarmaka.

Obat fitofarmaka adalah obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dengan uji klinisnya.

Ia pun mengapresiasi kinerja B2P2TOOT dalam mengembangkan tanaman obat dan herbal tersebut.

"Apa yang telah dilakukan BP2P2TOOT dalam pengembangan tanaman obat dan produksi obat herbal sudah sangat baik," kata dia.

Apalagi, BP2P2TOOT juga turut membina para petani tanaman obat di Kabupaten Karanganyar tersebut agar kualitas tanaman obat yang dihasilkan tetap terjaga.

Baca juga: Obat Herbal Afrika Kini Boleh Diuji Klinis untuk Covid-19, WHO Rilis Protokolnya

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, pemerintah sangat mendukung pengembangan tanaman obat di BP2P2TOOT dan produk turunannya seperti jamu dan obat-obatan herbal.

Ia mengatakan, BPOM akan ikut mendampingi dan bertanggung jawab menjamin aspek keamanan mutu khasiat dari produk herbal terstandar atau obat fitofarmaka.

"Saya sangat mengapresiasi balai ini yang tidak hanya berbasis riset, tapi juga membimbing para petani calon pelaku usaha jamu dan obat tradisional," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nurdin Abdullah Tersangka, KSP: Kami Kaget, Apalagi Beliau Dikenal Kreatif dan Inovatif

Nurdin Abdullah Tersangka, KSP: Kami Kaget, Apalagi Beliau Dikenal Kreatif dan Inovatif

Nasional
Pemerintah Disarankan Mulai Tanggulangi Pandemi Covid-19 Berbasis Akar Rumput

Pemerintah Disarankan Mulai Tanggulangi Pandemi Covid-19 Berbasis Akar Rumput

Nasional
Menteri PPPA Optimistis Keterwakilan Perempuan di Legislatif Capai 30 Persen pada Pemilu 2024

Menteri PPPA Optimistis Keterwakilan Perempuan di Legislatif Capai 30 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Menko PMK Dorong Masjid Berperan Sosialisasikan Siaga Bencana

Menko PMK Dorong Masjid Berperan Sosialisasikan Siaga Bencana

Nasional
KPK: Gubernur Sulsel Sudah Lama Kenal Baik dengan Tersangka Pemberi Suap

KPK: Gubernur Sulsel Sudah Lama Kenal Baik dengan Tersangka Pemberi Suap

Nasional
Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Sama Sekali Tidak Tahu, Demi Allah

Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Sama Sekali Tidak Tahu, Demi Allah

Nasional
Kasus Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, KPK: Ada Tawar-Menawar Fee Proyek

Kasus Korupsi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, KPK: Ada Tawar-Menawar Fee Proyek

Nasional
Capai 1.329.074 Kasus, Pandemi Covid-19 di Tanah Air Belum Menurun

Capai 1.329.074 Kasus, Pandemi Covid-19 di Tanah Air Belum Menurun

Nasional
Nurdin Abdullah Peraih Penghargaan Anti-Korupsi Kena OTT, Ini Komentar Ketua KPK

Nurdin Abdullah Peraih Penghargaan Anti-Korupsi Kena OTT, Ini Komentar Ketua KPK

Nasional
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp 5,4 Miliar dari Beberapa Kontraktor

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp 5,4 Miliar dari Beberapa Kontraktor

Nasional
Ditetapkan Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Punya Harta Kekayaan Rp 51,35 Miliar

Ditetapkan Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Punya Harta Kekayaan Rp 51,35 Miliar

Nasional
Gubernur Nurdin Abdullah, Peraih Penghargaan Antikorupsi yang Jadi Tersangka Korupsi

Gubernur Nurdin Abdullah, Peraih Penghargaan Antikorupsi yang Jadi Tersangka Korupsi

Nasional
OTT Nurdin Abdullah, Tersangka Pemberi Suap Pernah Dapat 6 Proyek Infrastruktur

OTT Nurdin Abdullah, Tersangka Pemberi Suap Pernah Dapat 6 Proyek Infrastruktur

Nasional
KPK Sita Koper Berisi Rp 2 Miliar, Diduga untuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

KPK Sita Koper Berisi Rp 2 Miliar, Diduga untuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Nasional
Begini Kronologi OTT KPK Terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Begini Kronologi OTT KPK Terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X