Satgas Covid-19 Imbau Lansia Kurangi Aktivitas Sosial, Termasuk Kunjungan Keluarga

Kompas.com - 08/10/2020, 21:10 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (15/9/2020). Dok. BNPBJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (15/9/2020).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito menyebut, mayoritas kasus kematian akibat virus corona Covid-19 merupakan masyarakat berusia di atas 46 tahun.

Oleh karena itu, ia menekankan agar kelompok lansia harus benar-benar terhindar dari penularan Covid-19.

Salah satunya adalah dengan menghindari sosialisasi secara fisik, termasuk dengan keluarga.

Sebab, bisa jadi keluarga yang berkunjung adalah orang dengan positif Covid-19 yang tanpa gejala.

Baca juga: Jubir Satgas: Vaksin Covid-19 Dapat Bermanfaat bagi Orang Usia Produktif

"Mari kita bersama-sama lindungi kelompok usia rentan dengan mengajak mereka untuk tidak berpergian ke luar rumah kecuali sangat mendesak," kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (8/10/2020).

"Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial. Hindari kunjungan keluarga," kata dia.

Wiku juga menekankan, jika ada kelompok rentan mengalami gejala Covid-19, harus segera ditangani sedini mungkin.

Jangan menunggu sampai mengalami gejala berat karena hal itu akan semakin mempersulit penyembuhan.

Selain itu, Wiku juga mengimbau kelompok usia rentan juga harus cukup tidur malam 6-8 jam dan siang 2 jam, makan makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri.

Baca juga: Update: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Covid-19

"Anjurkan lansia untuk melakukan yang menyenangkan sehingga meningkatkan imunitas," katanya.

Adapun sampai Kamis hari ini, pemerintah mencatat masih ada penambahan kasus baru sebanyak 4.850.

Dengan penambahan itu, maka total ada 320.564 kasus Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 244.060 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara angka kematian mencapai 11.580 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

Nasional
Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Nasional
SBY Daftarkan Merek Partai Demokrat secara Pribadi ke Kemenkumham

SBY Daftarkan Merek Partai Demokrat secara Pribadi ke Kemenkumham

Nasional
Kasus Korupsi di Bintan, KPK Dalami Proses Pengajuan dan Permohonan Izin Kuota Cukai

Kasus Korupsi di Bintan, KPK Dalami Proses Pengajuan dan Permohonan Izin Kuota Cukai

Nasional
Amnesty: Bukan Rekonsiliasi jika Tanpa Pengakuan dan Pertanggungjawaban Pelaku

Amnesty: Bukan Rekonsiliasi jika Tanpa Pengakuan dan Pertanggungjawaban Pelaku

Nasional
Menag: 13 Orang di Bawah Sumpah Menyatakan Hilal Sudah Terlihat

Menag: 13 Orang di Bawah Sumpah Menyatakan Hilal Sudah Terlihat

Nasional
Ucapkan Selamat Puasa, Wapres: Ramadhan Kali Ini Masih Perjuangan

Ucapkan Selamat Puasa, Wapres: Ramadhan Kali Ini Masih Perjuangan

Nasional
Survei Capres 2024: Elektabilitas Susi Pudjiastuti Tertinggi di Antara Tokoh Non-Parpol

Survei Capres 2024: Elektabilitas Susi Pudjiastuti Tertinggi di Antara Tokoh Non-Parpol

Nasional
KSPI Minta Pemerintah Tegakkan Aturan Pemberian THR

KSPI Minta Pemerintah Tegakkan Aturan Pemberian THR

Nasional
Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tanpa 'Dissenting Opinion'

Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tanpa "Dissenting Opinion"

Nasional
Pemerintah Ubah Interval Vaksinasi Covid-19 Astrazeneca maupun Sinovac, Begini Penjelasannya

Pemerintah Ubah Interval Vaksinasi Covid-19 Astrazeneca maupun Sinovac, Begini Penjelasannya

Nasional
PBNU: 1 Ramadhan 1442 H Jatuh pada 13 April 2021

PBNU: 1 Ramadhan 1442 H Jatuh pada 13 April 2021

Nasional
Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya

Nasional
Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman untuk Vaksinasi Dosis Kedua Bulan April

Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman untuk Vaksinasi Dosis Kedua Bulan April

Nasional
BREAKING NEWS: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April 2021

BREAKING NEWS: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April 2021

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X