Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masyarakat Diminta Tak Lakukan Vaksinasi Jika Sakit

Kompas.com - 08/10/2020, 19:17 WIB
Deti Mega Purnamasari,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat tidak melakukan vaksinasi apabila sakit.

Sebab, kata dia, hal tersebut dapat memicu penyakit-penyakit tertentu dalam tubuh seseorang.

"Kalau mau vaksin, ada beberapa pertimbangan. Misalnya, kalau lagi sakit jangan vaksin dulu karena takut berkaitan dengan pasca imunisasi. Takutnya ada penyakit-penyakit tertentu yang bisa terbentuk," ujar Reisa di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 secara daring, Kamis (8/10/2020).

Ia mengatakan, setiap akan melakukan vaksinasi, harus diperhatikan dulu riwayat imunisasi yang pernah dilakukan sebelumnya, apakah mengalami alergi.

Baca juga: Dokter Reisa: Orang Dewasa Tetap Butuh Vaksin

Kemudian, pertimbangan selanjutnya, apakah sedang mengikuti terapi baik terapi teroid, kemoterapi, maupun radioterapi atau memiliki penyakit yang menurunkan imunitas seperti leukimia, kanker, transfusi darah, atau terapi imunoglobulin.

"Biasanya kalau mengalami hal itu maka dipertimbangkan apakah vaksinasi perlu atau tidak, tapi kalau aman-aman saja, tak perlu khawatir, yang pasti asal jangan saat sakit," kata dia.

Sebab, Reisa mengatakan, vaksin bertujuan untuk membentuk antibodi atau penjaga tubuh seseorang.

Dengan demikian, jika di dalam tubuh itu sang penjaga sedang perang dengan penyakit lain, maka apabila ditambah penjaga lainnya lewat vaksinasi bisa tidak efektif.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Efek Samping Vaksin

"Jadi setelah sembuh baru divaksin lagi supaya tubuhnya sudah siap lagi menerima imunisasi," terang Reisa.

Di satu sisi, kata dia, ada pula orang yang tak mau melakukan vaksin dengan alasan munculnya reaksi pasca imunisasi atau menjadi sakit akibat vaksinasi.

Raksi-reaksi umum yang terjadi adalah demam atau pembengkakan di lokasi penyuntikan.

Namun, Reisa meminta agar tidak khawatir karena merupakan hal yang umum.

"Ikutan pasca imunisasi tidak berat dan bisa diatasi. Tak perlu khawatir," ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Minta MK Urai Persoalan pada Pilpres 2024, Sukidi: Seperti Disuarakan Megawati

Minta MK Urai Persoalan pada Pilpres 2024, Sukidi: Seperti Disuarakan Megawati

Nasional
PPATK Bakal Tindaklanjuti Informasi Jokowi soal Indikasi Pencucian Uang lewat Aset Kripto Rp 139 Triliun

PPATK Bakal Tindaklanjuti Informasi Jokowi soal Indikasi Pencucian Uang lewat Aset Kripto Rp 139 Triliun

Nasional
Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Koarmada I Siapkan KRI Halasan untuk Tembak Rudal Exocet

Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Koarmada I Siapkan KRI Halasan untuk Tembak Rudal Exocet

Nasional
Yusril: Tak Ada Bukti Kuat Kubu Prabowo-Gibran Curang di Pilpres 2024

Yusril: Tak Ada Bukti Kuat Kubu Prabowo-Gibran Curang di Pilpres 2024

Nasional
Hakim MK Diminta Selamatkan Konstitusi lewat Putusan Sengketa Pilpres 2024

Hakim MK Diminta Selamatkan Konstitusi lewat Putusan Sengketa Pilpres 2024

Nasional
MK Bakal Unggah Dokumen 'Amicus Curiae' agar Bisa Diakses Publik

MK Bakal Unggah Dokumen "Amicus Curiae" agar Bisa Diakses Publik

Nasional
PSI Punya 180 Anggota DPRD, Kaesang: Modal Baik untuk Pilkada

PSI Punya 180 Anggota DPRD, Kaesang: Modal Baik untuk Pilkada

Nasional
Polri Sebut 8 Teroris yang Ditangkap di Sulteng Pernah Latihan Paramiliter di Poso

Polri Sebut 8 Teroris yang Ditangkap di Sulteng Pernah Latihan Paramiliter di Poso

Nasional
MK Kirim Surat Panggilan untuk Hadiri Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2024

MK Kirim Surat Panggilan untuk Hadiri Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2024

Nasional
Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024 Dinilai Bakal Tunjukan Apakah Indonesia Masih Negara Hukum

Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024 Dinilai Bakal Tunjukan Apakah Indonesia Masih Negara Hukum

Nasional
Daftar Aset Mewah Harvey Moeis yang Disita Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi Timah

Daftar Aset Mewah Harvey Moeis yang Disita Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi Timah

Nasional
Hanya Pihak Berkepentingan yang Boleh Hadir di Sidang Putusan Sengketa Pilpres

Hanya Pihak Berkepentingan yang Boleh Hadir di Sidang Putusan Sengketa Pilpres

Nasional
Soal Maju Kembali di Pilkada Jateng, Sudirman Said: Kan Sudah Pernah

Soal Maju Kembali di Pilkada Jateng, Sudirman Said: Kan Sudah Pernah

Nasional
FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Dukung Hakim MK Bikin Putusan yang Seadil-adilnya

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Dukung Hakim MK Bikin Putusan yang Seadil-adilnya

Nasional
Bantah Putusan Bocor, MK: Rapat Hakim Masih sampai Minggu

Bantah Putusan Bocor, MK: Rapat Hakim Masih sampai Minggu

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com