Wapres Minta LPTK Pertimbangkan Kondisi Nyata Pendidikan di Indonesia dalam Mempersiapkan Guru

Kompas.com - 06/10/2020, 15:05 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin dalam testimoni virtual Hari Batik Nasional di acara pagelaran Hybrid Fashion Show, Karisma Batik 2020: Bangga Pakai Batik, Jumat (2/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin dalam testimoni virtual Hari Batik Nasional di acara pagelaran Hybrid Fashion Show, Karisma Batik 2020: Bangga Pakai Batik, Jumat (2/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) mempertimbangkan kondisi nyata dunia pendidikan di Tanah Air.

Hal tersebut, kata dia, sangat penting dalam menyiapkan para guru mengingat kondisi kualitas pendidikan Indonesia masih sangat bervariasi.

Tidak hanya bervariasi antar daerah, tetapi juga antar lembaga pendidikan.

"Oleh karena itu dalam menyiapkan guru Indonesia, LPTK harus mempertimbangkan kondisi riil dunia pendidikan kita," ujar Ma'ruf di acara focus group discussion daring LPTK, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: Rektor LPTK Minta Rp 2 Triliun untuk Bangun Asrama Guru

"Misalnya masih 10 persen guru bukan PNS dan 6,7 persen guru PNS yang belum memiliki gelar sarjana," lanjut dia.

Selain itu lembaga pendidikan antar daerah juga dinilainya belum seluruhnya memiliki standar mutu yang sama.

Lebih lanjut, Ma'ruf berharap seorang pendidik dapat mengembangkan kompetensinya.

Salah satunya dengan menggunakan konsep Taksonomi Bloom yang diperkenalkan Psikolog Pendidikan Benjamin Bloom pada tahun 1956 dalam merancang proses pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran.

Baca juga: Tenaga Pendidik Komponen Penting di Perguruan Tinggi

Konsep tersebut membagi proses belajar ke dalam keterampilan berpikir dengan mengandalkan ingatan atau hafalan serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

"Saya yakin jika para pendidik kita memiliki semua kompetensi tersebut, maka kita dapat menghasilkan peserta didik yang kritis, humanis, mampu menghadapi perubahan sosial, kreatif serta mampu melakukan inovasi," kata dia.

Sebab, kata Ma'ruf, saat ini pemerintah fokus dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul bagi generasi masa depan yang salah satu kuncinya ada di tenaga pendidik.

"Saya juga ingin kita semua bersepakat bahwa segala bentuk pengembangan SDM harus disertai dengan dengan pengasahan dan penguatan karakter," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X