Kompas.com - 06/10/2020, 07:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan susunan kepengurusan partai politik periode 2020-2025.

Susunan pengurus baru itu diputuskan melalui sidang Musyawarah Majelis Syura PKS yang digelar di Bandung, Senin (5/10/2020).

Melalui musyawarah tersebut, Ahmad Syaikhu terpilih sebagai Presiden yang baru PKS menggantikan Sohibul Imam

Sementara, Habib Aboe Bakar Alhabsyi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Mustafa Kamal.

Baca juga: [POPULER NASIONAL] RUU Cipta Kerja Disahkan | Ahmad Syaikhu Jadi Presiden PKS

Kemudian, Habib Salim Segaf Aljufrie kembali duduk sebagai Ketua Majelis Syura PKS.

"Alhamdulillah Sidang Musyawarah Majelis Syura berjalan dengan lancar," kata Habib Salim dalam pidato sambutannya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (5/10/2020).

"Para anggota Majelis Syura PKS yang hadir telah melaksanakan kewajiban syuranya secara baik dan memilih kader-kadernya untuk penugasan menjayakan partai di lima tahun ke depan," lanjut dia.

Salim mengatakan, anggota Majelis Syura yang hadir dalam sidang musyawarah merupakan utusan masing-masing provinsi.

Mereka terpilih menjadi anggota Majelis Syura periode 2020-2025 pada Pemira (Pemilihan Raya) anggota Majelis Syura dengan sistem pemilihan elektronik.

Baca juga: Rapat Paripurna, PKS dan Demokrat Tolak Pengesahan RUU Cipta Kerja

"Hasilnya 66 anggota terpilih mewakili 34 provinsi. Merekalah yang hadir bersidang pada Musyawarah Majelis Syura di Bandung," ujar dia.

Sidang musyawarah juga memutuskan Mohamad Sohibul Iman, Ahmad Heryawan dan Suharna Surapranata sebagai Wakil Ketua Majelis Syura.

Kemudian, Untung Wahono ditetapkan sebagai Sekretaris Majelis Syura. Suswono menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) dan Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP).

Lalu, Aboe Bakar Al Habsyi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP), sementara Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP.

Presiden baru

Dalam sambutannya di sidang musyawarah, Ahmad Syaikhu menyatakan kesiapan dirinya melanjutkan kepemimpinan PKS.

Baca juga: Gantikan Sohibul Imam, Ahmad Syaikhu Resmi Jadi Presiden PKS

Ia pun berterima kasih pada Presiden PKS sebelumnya Sohibul Iman.

"Terimakasih kepada Kang Sohibul Iman karena telah meletakan fondasi yang sangat baik bagi PKS. Ini adalah bekal terbaik bagi kami di kepengurusan mendatang. Insya Allah, kami akan terus lanjutkan perjuangan lebih baik lagi," kata Syaikhu.

Syaikhu kemudian menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi dan krisis kepemimpinan nasional.

Oleh karenanya, optimisme dan semangat pantang menyerah sangat dibutuhkan.

Menurut dia, kunci keluar dari krisis adalah semangat kebersamaan dan setia pada cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Baca juga: Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Di samping itu, konsisten berjuang menegakan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945 dan ajaran agama juga harus diterapkan.

Tidak lupa, meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi serta kepentingan kelompok dan golongan.

"Kita semua harus siap menjadi pelopor dalam menyuarakan dan membela kepentingan rakyat," ujar Syaikhu.

Sebagai partai oposisi pemerintah, kata Syaikhu, PKS akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan pimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Meskipun PKS di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat. PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah," kata Syaikhu.

Baca juga: Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Tradisi partai

Pada kesempatan yang sama, Sohibul Iman mengungkap alasannya tak lagi jadi Presiden PKS. Ia menyebut, hal ini karena tradisi partai yang hanya memberikan jabatan satu periode kepada presiden partai.

Tradisi ini dilakukan agar regenerasi partai dapat terus berjalan.

"Tradisi di PKS, jabatan presiden itu hanya satu periode saja. Itu tradisi yang sangat baik untuk dilanjutkan agar regenerasi dalam menjalankan tugas kepemimpinan terus berjalan," kata Sohibul.

Sohibul pun memuji Presiden baru PKS, Ahmad Syaikhu, sebagai salah satu kader terbaik.

Ia berpesan kepada Syaikhu untuk melanjutkan dan meningkatkan tugas serta prestasi partai yang telah ditorehkan sebelumnya.

Baca juga: Tolak RUU Cipta Kerja, PKS: Berpotensi Timbulkan Kerusakan Lingkungan

"Ahmad Syaikhu salah satu kader terbaik partai yang layak melanjutkan tugas sebagai Presiden PKS. Beliau pribadi yang santun, berintegritas dan totalitas dalam berjuang," ujar dia.

Setelah purna jabatan sebagai presiden partai, Sohibul kini ditunjuk menjadi Wakil Ketua Majelis Syura bersama dua orang lainnya.

Rekam jejak presiden baru

Akhmad Syaikhu diketahui mulai bergabung sebagai kader PKS pada 2004. Saat itu, Syaikhu dicalonkan oleh PKS sebagai anggota DPRD Kota Bekasi.

Sebelumnya, setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Syaikhu bekerja sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan (1986-1989). Pada 1989, Syaikhu berkantor di BPKP Pusat masih sebagai auditor.

Berkarier di BPKP selama 18 tahun, Syaikhu kemudian memutuskan terjun ke dunia politik.

Baca juga: Salim Segaf Al-Jufri, dari Dubes RI hingga Terpilih Lagi Jadi Ketua Dewan Syura PKS

Pada 2009, Syaikhu terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan menduduki jabatan Sektretaris Komisi C.

Karir politik Syaikhu kian menanjak ketika dirinya memenangkan Pilkada Kota Bekasi pada 2013. Saat itu, Syaikhu diusung PKS bersama Partai Golkar untuk mendampingi Rahmat Effendi.

Syaikhu pun akhirnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi sebelum masa baktinya di DPRD Jawa Barat berakhir.

Setelah jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Bekasi selesai pada 2018, Syaikhu mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Sudrajat.

Selain pasangan tersebut, ada tiga kandidat lain yang turut berkontestasi, yaitu Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Baca juga: Jadi Presiden PKS, Ini Profil Ahmad Syaikhu dan Jumlah Harta Kekayaannya

Akan tetapi, Sudrajat-Syaikhu kalah dari Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum dengan menempati peringkat kedua.

Pada akhir 2019, Syaikhu sempat akan dicalonkan PKS sebagai wakil gubernur DKI, menggantikan Sandiaga Uno yang berhenti sebagai wagub karena menjadi cawapres di Pilpres 2019.

Namun demikian, hal itu batal lantaran PKS dan Partai Gerindra sepakat mengajukan Ahmad Riza Patria sebagai pengganti Sandiaga.

Saat ini, Sayikhu menjabat sebagai Anggota Komisi V DPR RI. Ia terpilih sebagai wakil rakyat melalui Pemilu Legislatif 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes Targetkan RS Seluruh Provinsi Bisa Lakukan Bedah Jantung Terbuka Tahun 2027

Kemenkes Targetkan RS Seluruh Provinsi Bisa Lakukan Bedah Jantung Terbuka Tahun 2027

Nasional
Cegah Air Merembes ke Tenda, Kemensos Pasang 4.500 Palet di Posko Pengungsian Cianjur

Cegah Air Merembes ke Tenda, Kemensos Pasang 4.500 Palet di Posko Pengungsian Cianjur

Nasional
Ferry Mursyidan Baldan dalam Kenangan: Dari HMI sampai Kabinet Jokowi dan Pecinta Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan dalam Kenangan: Dari HMI sampai Kabinet Jokowi dan Pecinta Chrisye

Nasional
Wapres Harap Yudo Margono Bisa Lanjutkan Pendekatan Humanis untuk Papua

Wapres Harap Yudo Margono Bisa Lanjutkan Pendekatan Humanis untuk Papua

Nasional
Wapres: Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis di Papua

Wapres: Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis di Papua

Nasional
Disetujuinya Yudo Margono KSAL Ketiga Pimpin TNI dan Pesan Soliditas TNI/Polri

Disetujuinya Yudo Margono KSAL Ketiga Pimpin TNI dan Pesan Soliditas TNI/Polri

Nasional
Candai Ganjar, Bahlil Lahadalia: Ini Capres dari KAHMI

Candai Ganjar, Bahlil Lahadalia: Ini Capres dari KAHMI

Nasional
Yudo Margono Janji Bakal Berdayakan Kogabwilhan

Yudo Margono Janji Bakal Berdayakan Kogabwilhan

Nasional
Cerita Jusuf Kalla soal Ferry Mursyidan yang Sempat Antarkan ke Mobil Usai Acara PMI

Cerita Jusuf Kalla soal Ferry Mursyidan yang Sempat Antarkan ke Mobil Usai Acara PMI

Nasional
KY Sudah Lakukan Proses Etik Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh Masih Tunggu Waktu

KY Sudah Lakukan Proses Etik Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh Masih Tunggu Waktu

Nasional
Sinyal Politik Jokowi Memang untuk Ganjar Pranowo

Sinyal Politik Jokowi Memang untuk Ganjar Pranowo

Nasional
Yudo Margono: 100 Hari Pertama, Komisi I Akan Cek Pelaksanaan Visi Misi Panglima TNI

Yudo Margono: 100 Hari Pertama, Komisi I Akan Cek Pelaksanaan Visi Misi Panglima TNI

Nasional
KPU Gandeng Cokelat Rilis 'Jingle' Pemilu 2024 Ciptaan Kikan

KPU Gandeng Cokelat Rilis "Jingle" Pemilu 2024 Ciptaan Kikan

Nasional
Suap Hakim Agung, Yosep Parera Mengaku Dimintai Uang Ratusan Ribu Dollar untuk 3 Perkara Intidana

Suap Hakim Agung, Yosep Parera Mengaku Dimintai Uang Ratusan Ribu Dollar untuk 3 Perkara Intidana

Nasional
Arif Rachman Disebut Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Salin BAI di Paminal Jadi BAP

Arif Rachman Disebut Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Salin BAI di Paminal Jadi BAP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.