Menko PMK: Perempuan Jadi Prioritas Program Pendidikan Pranikah

Kompas.com - 05/10/2020, 11:12 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, program pendidikan pra nikah bagi calon pengantin diutamakan kepada perempuan.

Pasalnya, perempuan nantinya akan menjadi ibu rumah tangga yang mengandung dan melahirkan diharapkan menghasilkan generasi unggul yang terhindar dari stunting.

Menurut Muhadjir, pembekalan kepada para perempuan seharusnya dilakukan tidak hanya saat akan menikah, tetapi harus dilakukan sejak dini.

"Bagaimana menyiapkan calon ibu rumah tangga yang betul-betul siap. Karena perempuan lah yang akan menjadi ibu rumah tangga yang selalu memperhatikan anak-anak sehingga pembekalan terhadap perempuan sejak remaja sampai akan memasuki pernikahan, membangun rumah tangga baru, itu menjadi sangat penting," ujar Muhadjir, dikutip dari siaran pers, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Menko PMK Ungkap Program Bimbingan Pranikah Ditunda akibat Pandemi Covid-19

Muhadjir mengatakan, ada beberapa hal yang harus diberikan dalam pembekalan dan pendidikan pranikah.

Antara lain kesehatan reproduksi, perencanaan ekonomi keluarga, dan kesiapan membangun rumah tangga yang mandiri.

"Dengan pembekalan tersebut, diharapkan rumah tangga nantinya bisa melahirkan keturunan yang sehat dan menjadi keluarga memiliki kematangan ekonomi," kata dia.

Baca juga: Menko PMK Sebut Bimbingan Pranikah untuk Cegah Kemiskinan dan Ciptakan SDM Unggul

Dalam memberikan pembekalan itu pun, kata dia, perlu juga peranan organisasi kemasyarakatan yang juga fokus pada perempuan.

Termasuk juga lembaga pendidikan tinggi yang juga harus berperan dalam melakukan pembekalan sejak dini tersebut.

"Kalau pendidikan pranikah ini bisa dilaksanakan dengan baik saya yakin keluarga baru, rumah tangga baru akan juga berkembang dengan baik," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X