Menparekraf Sebut Pelaksanaan Protokol Kesehatan sebagai Kunci Kebangkitan Pariwisata

Kompas.com - 03/10/2020, 18:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (kiri) mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Raker tersebut membahas laporan rekomendasi hasil Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (kiri) mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Raker tersebut membahas laporan rekomendasi hasil Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan, pelaksanaan protokol kesehatan merupakan kunci dalam membangkitkan sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

Wishnutama mengatakan, protokol kesehatan mesti dilaksanakan demi menjamin rasa aman bagi para wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata.

"Kunci daripada pariwisata agar bisa bangkit kembali adalah kita di sektor pariwisata dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya, itulah yang menjadi PR kita saat ini," kata Wishnutama dalam sebuah webinar, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Ini Tantangan UMKM di Tengah Pandemi Menurut Menteri Wishnutama

Wishnutama menuturkan, apabila protokol kesehatan itu benar-benar diterapkan di sebuah destinasi wisata, maka destinasi wisata itu akan terkesan ekslusif karena dijamin aman dari penularan Covid-19.

"Kita bisa laksanakan protokol kesehatan sebaik-baiknya agar daerah tersebut bisa aman atau green zone destination. Kita eksklusifkan, sehingga orang bisa kembali berwisata ke situ dengan keadaan aman," kata dia.

Baca juga: Protokol Kesehatan Ketat, Wishnutama Harap Indonesia Bangun Kepercayaan Wisatawan

Oleh sebab itu, Wishnutama mengimbau setiap destinasi wisata untuk benar-benar melaksanakan protokol kesehatan.

Ia mengingatkan, destinasi wisata yang tidak melaksanakan protokol kesehatan justru akan mendapat cap buruk dari masyarakat dan ujungnya akan merugikan destinasi wisaya tersebut.

Baca juga: Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

"Tapi pada saat suatu destinasi bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, itu pun akan menjadi berita sendiri. entah antara teman dengan teman, antara berita, dan lain sebagainya, itu akan membangun kepercayaan dan confidence pasar," kata dia.

Wishnutama menambahkan, untuk menjamin pelaksanaan prtokol kesehatan tersebut, Kemenparekraf tengah mengampanyekan "Cleanliness, Health, Safety, and Enviromantal Sustainability" atau CHSE.

Sertifikasi CHSE tersebut diharapkan dapat memberi rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke sebuah destinasi wisata, hotel, maupun restoran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

Nasional
Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Nasional
Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Nasional
Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Nasional
Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Nasional
KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Nasional
13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

13 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA Maju ke Tahapan Wawancara di KY

Nasional
LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

LPSK Siap Lindungi Saksi yang Beri Keterangan terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster

Nasional
ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

ICW Apresiasi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Minta KPK Tak Larut dalam Euforia

Nasional
Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Ada Kader PDI-P di Kasus Edhy Prabowo, Basarah: Sudah Tak Aktif, Tak Ada Kaitan dengan Partai

Nasional
Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Polisi Sebut Korban Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group Capai 2.000 Orang

Nasional
Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Satgas Ungkap 14 Daerah Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Berisiko Tinggi Covid-19

Nasional
Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Uji Materi UU PPMI Ditolak, Migrant Care: Monumental bagi Perlindungan Pekerja Migran

Nasional
Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Pemerintah Akan Perkuat Desain Keterwakilan Perempuan di Parlemen Lewat Perpres

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X