Menlu: Kita Harus Mampu Melestarikan dan Mengenalkan Batik pada Dunia

Kompas.com - 02/10/2020, 20:57 WIB
Pekerja menyelesaikan proses pewarnaan dalam pembuatan batik di Sentra Industri Batik Banten, di Cipocok, Serang, Banten, Jumat (2/10/2020). Menurut pemilik usaha Batik Banten tersebut pihaknya kesulitan untuk mempertahankan dan mengembangkan pemasaran batik akibat terdampak pandemi COVID-19 yang membuat omzet penjualan batik terus menurun hingga kurang dari 30 persen dibanding omzet sebelum pandemi atau jauh di bawah titik impas. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj. ANTARA FOTO/Asep FathulrahmanPekerja menyelesaikan proses pewarnaan dalam pembuatan batik di Sentra Industri Batik Banten, di Cipocok, Serang, Banten, Jumat (2/10/2020). Menurut pemilik usaha Batik Banten tersebut pihaknya kesulitan untuk mempertahankan dan mengembangkan pemasaran batik akibat terdampak pandemi COVID-19 yang membuat omzet penjualan batik terus menurun hingga kurang dari 30 persen dibanding omzet sebelum pandemi atau jauh di bawah titik impas. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus melestarikan warisan budaya batik.

Hal itu ia katakan dalam acara Pembentangan Perdana Mahakarya Kain Batik Garuda Nusantara, Jumat (2/10/2020).

"Kita harus mampu merawat, melestarikan serta mengenalkan batik Indonesia kepada dunia," kata Retno.

Baca juga: Siasati Masa Sulit, Guru Seni Ajak Warga Buat Usaha Kerajinan Batik

Retno mengatakan, UNESCO pada 11 tahun lalu sudah menyatakan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Oleh karena itu, menurut dia, tantangan bagi Indonesia saat ini adalah melestarikan kesenian batik milik Indonesia.

Demi menjaga kesenian batik Indonesia, Kementerian Luar Negeri, lanjut Retno, sudah melakukan berbagai cara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya dengan mengenakan batik dalam setiap acara yang dihadiri perwakilan Indonesia, terutama pada acara resmi.

"Untuk itu kami telah bekerja dengan diplomasi Indonesia tidak pernah lelah untuk mempromosikan batik Indonesia ke masyarakat internasional," ujarnya.

Baca juga: Pesona Batik dan Sulam Karawo di Tangan Perajin Gorontalo

Selain itu, Pemerintah juga memiliki program beasiswa seni budaya Indonesia (PBSI) untuk mengenalkan batik.

Hasilnya, tiga orang alumni yang berasal dari Spanyol, Republi Ceko dan Meksiko kini mendirikan usaha batik yang dipasarkan di toko dan juga secara daring.

"Produk batik mereka kini dipasarkan secara daring di pasar Eropa dan melalui butik di Meksiko," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Akbar: Orang Indonesia Mau Duit, tapi Gak Mau Kerja - SUCI 1
Stand Up Akbar: Orang Indonesia Mau...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Nasional
4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

Nasional
Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Nasional
Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.