Kemenko PMK: Pandemi Covid-19 Berikan Dampak Psikologis Masyarakat

Kompas.com - 02/10/2020, 11:14 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/Anton27Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK) Agus Suprapto mengatakan, pandemi Covid-19 yang tidak menentu memberikan dampak besar bagi masyarakat.

"Kondisi pandemi yang tidak menentu memberikan dampak psikologis bagi masyarakat. Menjaga kesehatan jiwa masyarakat merupakan peran kita semua," ujar Agus, dikutip dari siaran pers, Jumat (2/10/2020).

Ia mengatakan, saat ini perkembangan teknologi sudah memfasilitasi konsultasi dan pengobatan melalui telemedicine.

Baca juga: Tekan Covid-19, Menko PMK Minta Tenaga Medis Utamakan Protokol Kesehatan

Hal tersebut pun dinilainya merupakan suatu kemajuan yang mendukung pendampingan psikososial kepada masyarakat di tengah pandemi ini.

Dengan demikian, dukungan dan kerja sama yang terjalin saat ini, diharapkannya dapat membantu meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.

Utamanya adalah untuk meningkatkan imunitas di kala pandemi.

"Sehat jiwa dan raga merupakan kunci utama dalam beradaptasi saat pandemi Covid-19 ini, terutama ketika harus beradaptasi dengan tatanan kehidupan normal baru," kata dia.

Sementara itu, Guru Besar FIK UI Budi Anna Keliat mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, pemberitaan tentang Covid-19 dapat menimbulkan berbagai perasaan psikologis masyarakat.

Baca juga: Menko PMK Minta Pengiriman Beras untuk Penerima Bansos Tidak Ditumpuk

Antara lain perasaan takut, cemas, khawatir, dan bahkan merasa terancam.

"Semuanya menimbulkan emosi dan pikiran negatif yang dapat meningkatkan produksi hormon kortisol sehingga dapat menurunkan imunitas tubuh," kata dia.

Budi mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa dan psikososial adalah dengan membangun spiritual positif.

Antara lain, bisa dilakukan dengan beribadah di rumah bersama anggota keluarga baik secara berjemaah maupun daring.

Baca juga: Menko PMK: Dosen dan Guru Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X