Pemerintah Siapkan "Swab Test" untuk Tenaga Kesehatan dan Aparat Keamanan

Kompas.com - 02/10/2020, 08:17 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara webinar virtual yang bertajuk Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara webinar virtual yang bertajuk Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan memimpin rapat koordinasi pelaksanaan uji swab untuk tenaga kesehatan, polisi, TNI, dan satpol PP pada Kamis (1/10/2020).

Dia meminta ada pedoman yang segera dibuat untuk pelaksanaan uji swab tersebut.

“Saya minta pelaksanaan uji swab sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku," ujar Luhut sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (2/10/2020).

"Proses pengujian harus bisa dibuatkan pedomannya, agar tidak terjadi kebingungan dari tenaga kesehatan di lapangan,” kata dia.

Baca juga: Sering Dikeluhkan, Ini Alasan Mengapa Tes Swab Mahal

Dia pun mengingatkan agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera membuat pedoman praktis pelaksanaan tes swab itu.

Selain itu, agar bisa diketahui bagaimana pedoman teknisnya, termasuk lokasi pengujian tes swab.

"Kemudian prosedur melakukannya bagaimana. Jangan sampai kita lalai hingga orang akhirnya meninggal," ucap Luhut.

Selain membuat pedoman, Luhut meminta Kemenkes melibatkan asosiasi profesi seperti (Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam membantu melakukan uji swab untuk tenaga kesehatan, polisi, TNI, dan satpol PP.

Selain itu, ia meminta kegiatan ini dilakukan secara cepat.

“Saya minta nanti asosiasi profesi dilibatkan untuk mengecek program yang kita jalankan dan proses distribusi alat kesehatan itu harus cepat. Tolong beritahu saya apabila ada masalah,” ucap Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, pemeriksaan swab mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor 413 Tahun 2020.

"Yakni diutamakan bagi kasus suspek. Apabila pasien Covid-19 memiliki kontak erat, maka perlu dilakukan karantina mandiri” kata Yuri.

Baca juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Atur Harga Tes Swab

Selain itu, Yuri menyebut bahwa petugas kesehatan yang langsung menangani pasien Covid-19, TNI, Polri, dan satpol PP memang perlu melakukan swab secara rutin .

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto meminta kepada Kemenkes untuk segera menyampaikan kepada rumah sakit bagaimana prosedur bagi tenaga Kesehatan untuk melakukan swab.

Sebab, menurut dia, sampai saat ini belum jelas metode dan pelaksanaanya.

"Lalu di mana saja laboratorium yang dapat melaksanakannya secara gratis?" kata Agus.

"Jadi kami menunggu itu supaya teman-teman kami di lapangan bisa menjalankan prosedur swab tersebut," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X