Kompas.com - 28/09/2020, 20:56 WIB
Warga menjalani tes usap (swab test) melalui mobil tes polymerase chain reaction (PCR) saat tes usap massal di Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2020). Tes usap massal dengan target 5.000 orang di 15 kecamatan sekota Makassar tersebut sebagai upaya menekan penularan COVID-19 yang masih tinggi di daerah itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp. ANTARA FOTO/ARNAS PADDAWarga menjalani tes usap (swab test) melalui mobil tes polymerase chain reaction (PCR) saat tes usap massal di Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2020). Tes usap massal dengan target 5.000 orang di 15 kecamatan sekota Makassar tersebut sebagai upaya menekan penularan COVID-19 yang masih tinggi di daerah itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, seharusnya pemerintah mampu melakukan pemeriksaan terkait Covid-19 terhadap 38.000 orang dalam satu hari.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers daring bersama Kepala Badan Statistik (BPS) Suhariyanto yang ditayangkan di kanal YouTube resmi BNPB, Senin (28/9/2020).

"Kemampuan pemerintah didukung oleh sejumlah (pihak) swasta, ya Kemenkes, ya swasta hari ini rata-rata sudah mencapai lebih dari 30.000 spesimen per hari," ujar Doni.

Baca juga: 10 Strategi Pemerintah Tekan Angka Kematian Covid-19

"Nah seharusnya memang kita mampu memeriksa 38.000 orang per hari," lanjutnya.

Meski demikian, Doni menyebut kemampuan tes spesimen harian di Indonesia saat ini sudah meningkat secara positif.

"Sudah mengalami kemajuan yang cukup bagus," tegasnya.

Doni pun menanggapi perihal permintaan melakukan tes swab PCR secara massal untuk masyarakat.

Menurut dia, usulan seperti itu harus dipertimbangkan matang.

Secara spesifik, Doni menyebut jika akan diadakan tes usap massal, diutamakan di daerah dengan risiko penularan tinggi Covid-19.

Baca juga: Pemkot dan DPRD Kota Bekasi Susun Perda soal Covid-19 untuk Perkuat Penerapan Sanksi

Tujuannya, supaya reagen (pereaksi kimia) yang digunakan saat tes tidak terbuang percuma.

"Supaya reagen-nya tidak mubazir mengingat satu kali pemeriksaan biayanya cukup besar," ungkap Doni.

"Tetapi kami berupaya semaksimal mungkin untuk memperbanyak tes dan merata di seluruh provinsi," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perubahan Sikap Menpan-RB Dinilai Indikasi Pemerintah Dukung Pemecatan 75 Pegawai KPK

Perubahan Sikap Menpan-RB Dinilai Indikasi Pemerintah Dukung Pemecatan 75 Pegawai KPK

Nasional
Penderita Asma Patut Waspadai Covid-19, Begini Penjelasan Dokter...

Penderita Asma Patut Waspadai Covid-19, Begini Penjelasan Dokter...

Nasional
Menag Ingatkan Lagi Masyarakat agar Disiplin Patuhi Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Menag Ingatkan Lagi Masyarakat agar Disiplin Patuhi Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Nasional
Viral Video TNI Kerahkan Tank Untuk Penyekatan Mudik di Perbatasan Bekasi-Bogor, Ini Penjelasan TNI AD

Viral Video TNI Kerahkan Tank Untuk Penyekatan Mudik di Perbatasan Bekasi-Bogor, Ini Penjelasan TNI AD

Nasional
Wapres: Pemerintah Harap UU Soal Wakaf Direvisi

Wapres: Pemerintah Harap UU Soal Wakaf Direvisi

Nasional
Kasus Suap ke Penyidik KPK, Sekretaris Daerah Tanjungbalai Diperiksa

Kasus Suap ke Penyidik KPK, Sekretaris Daerah Tanjungbalai Diperiksa

Nasional
Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Transparansi dan Kredibilitas Pengelolaan Wakaf

Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Transparansi dan Kredibilitas Pengelolaan Wakaf

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Taiwan, Total 4.528 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Taiwan, Total 4.528 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Pemerintah Diminta Jelaskan ke Publik Terkait WNA Masuk di Tengah Larangan Mudik

Pemerintah Diminta Jelaskan ke Publik Terkait WNA Masuk di Tengah Larangan Mudik

Nasional
Wapres Sebut Kepercayaan Publik Soal Pengelolaan Wakaf Harus Ditingkatkan

Wapres Sebut Kepercayaan Publik Soal Pengelolaan Wakaf Harus Ditingkatkan

Nasional
Cegah Panen Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Tertibkan Kerumunan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan

Cegah Panen Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Tertibkan Kerumunan di Pasar dan Pusat Perbelanjaan

Nasional
Jumat Ini, KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Jumat Ini, KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Nasional
Wapres Usul Pembelajaran tentang Wakaf Masuk Kurikulum Sekolah

Wapres Usul Pembelajaran tentang Wakaf Masuk Kurikulum Sekolah

Nasional
BKN: Nasib 75 Pegawai yang Tak Memenuhi Syarat TWK Akan Diumumkan KPK Setelah Koordinasi

BKN: Nasib 75 Pegawai yang Tak Memenuhi Syarat TWK Akan Diumumkan KPK Setelah Koordinasi

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Istri Eks Dirut Adam Damiri

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Istri Eks Dirut Adam Damiri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X