Mendagri Dorong Bawaslu dan Pemda Pakai Wewenangnya Tegakkan Protokol Kesehatan di Pilkada 2020

Kompas.com - 23/09/2020, 06:50 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian mendorong agar dalam penegakan UU Pilkada dan Peratura KPU (PKPU), Bawaslu dapat memakai kewenangannya.

Selain itu, Tito juga mengungkapkan masih ada peraturan-peraturan lain yang beririsan dengan kepatuhan protokol kesehatan.

Dia mencontohkan, dalam UU KUHP ada pasal-pasal tentang kerumunan masa yang dapat digunakan sebagai payung hukum penegakan protokol kesehatan.

Kemudian ada payung hukum lainnya yaitu regulasi Peraturan Daerah ( Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Baca juga: Cegah Kerumunan Massa Saat Penetapan Paslon Pilkada, Bawaslu Kerja Sama dengan Kepolisian

"Perda justru akan sangat membantu penegakan hukum di daerah. Dengan harapan, tentunya Satpol PP, Satlinmas, TNI dan Polri dapat bertindak sebagai unjuk ombak untuk menegakan aturan tersebut," tutur Tito sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemendagri, Rabu (23/9/2020).

"Ada beberapa daerah yang sudah memiliki Perda, ini lebih kuat. Tetapi ada juga yang sudah memiliki Perkada, entah Peraturan Gubernur, Peraturan Walikota atau Peraturan Bupati," lanjutnya.

Dia menambahkan, seluruh daerah yang menggelar Pilkada 2020 telah dicek dan semuanya sudah memiliki perda maupun perkada.

Oleh karenanya, dia berharap tak ada lagi kerumunan massa dalam penetapan pasangan calon (paslon) peserta Pilkada 2020 hari ini. 

Baca juga: Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Tito mengingatkan, kerumunan massa dapat berpotensi menjadi medium penularan Covid-19 sehingga dapat menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan pilkada.

“Jelas ini (kerumunan massa) sesuatu yang tidak kita harapkan dan di dalam aturan-aturan yang berhubungan dengan pencegahan Covid-19 kegiatan seperti ini tentu tidak kita inginkan,” ujar Tito.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X