Kompas.com - 22/09/2020, 11:29 WIB
Petugas memakamkan jenazah COVID-19,  di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. ANTARA FOTOMUHAMMAD ADIMAJAPetugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah mengatakan, sudah ada 1.629 perawat di DKI Jakarta yang terinfeksi Covid-19.

Data ini berdasarkan catatan PPNI hingga 9 September 2020.

"Data kami baru terkonfirmasi dari empat provinsi, yakni Jawa Timur ada 844 perawat terinfeksi, DKI Jakarta ada 1.629 perawat terinfeksi," ujar Harif dalam talkshow daring bersama Satgas Covid-19 yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Selasa (22/9/2020).

"Di Sulawesi Selatan ada 350 perawat terinfeksi dan di Bali ada 156 perawat terinfeksi," lanjutnya.

Baca juga: 270 Juta Rakyat Berterima Kasih atas Waktu, Tenaga, dan Pengorbanan Para Perawat

Sehingga, menurutnya, jika data dari 34 provinsi terkumpul semuanya, ada ribuan perawat yang terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, berdasarkan data hingga 22 September 2020 tercatat ada 85 perawat meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

"Sehingga ini jadi warning kita semua. Kalau kita sepakat bahwa tenaga kesehatan adalah benteng terakhir maka mari kita perkuat benteng ini," kata Harif.

"Salah satunya dengan membuat program atau kegiatan yang meningkatkan keselamatan petugas kesehatan," lanjutnya.

Baca juga: 350 Perawat di Sulsel Terpapar Selama Pandemi Covid-19, 3 Meninggal

Pihaknya mengapresiasi program pemerintah yang memberikan pemeriksaan swab test PCR secara gratis kepada para tenaga kesehatan, termasuk perawat.

Dia berharap program ini bisa terus terlaksana dan konsisten di 34 provinsi.

"Utamanya di daerah-daerah episentrum penularan ya. Ini penting dilakukan agar seluruh petugas kesehatan aman dan nyaman menjalankan tugasnya," tutur Harif.

"Dengan begitu, para tenaga kesehatan tidak menjadi sumber penularan kepada rekan-rekan mereka, apalagi kepada pasien," tambah Harif.

Baca juga: PPNI: Negara Akan Rugi Jika Kehilangan Perawat yang Kompeten

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, puskesmas yang ada di Jakarta saat ini mulai kewalahan menghadapi pasien Covid-19.

Hal itu terjadi seiring semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta masih merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

Dalam beberapa waktu terakhir, penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta mencapai angka di atas 1.000.

Baca juga: PPNI: Pandemi Jadi Momentum Sinergitas Banyak Pihak

"Sejauh ini puskesmas di Jakarta agak overwhelmed (kewalahan) karena jumlah penderitanya tetap banyak," ujar Kabid Koordinator Relawan Medis Satgas Penanganan Covid-19, Jossep William dalam konferensi pers yang digelar BNPB, Senin (21/9/2020).

Ia mengatakan, baik tenaga medis maupun relawan yang ada di lapangan saat ini sedang sibuk sekali menangani pasien, terutama dalam sepekan terakhir.

Selain puskesmas, mobil ambulans yang dimiliki Satgas Penanganan Covid-19 juga mulai keteteran.

Baca juga: PPNI: Jika Satu Perawat Sakit, Negara Ini Kehilangan Kesempatan Melayani 1.000 Orang

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 terpaksa memberlakukan sistem antrean agar pasien yang dibawa ambulans bisa sampai ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Karena itu, ketika masyarakat telah mengadu, petugas tidak langsung melakukan penjemputan karena adanya sistem antrean.

"Jadi tidak langsung dikontak dan bisa langsung kita jemput," kata dia.

Untuk itu, Jossep berharap masyarakat bisa mematuhi protokol keseahatan agar kondisi puskesmas dan ambulans tidak semakin keteteran.

"Kita butuh sekali bantuan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, karena kalau kita terus seperti ini, semua sistem yang ada di kita akan ambruk," kata Jossep.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Negeri ini Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

Jokowi: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Negeri ini Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

Nasional
Kasus Suap Pajak di Kalsel, KPK Cari Truk yang Diduga Bawa Barang Bukti

Kasus Suap Pajak di Kalsel, KPK Cari Truk yang Diduga Bawa Barang Bukti

Nasional
Penyuap Juliari Batubara Akui Ada Istilah Bina Lingkungan di Kemensos

Penyuap Juliari Batubara Akui Ada Istilah Bina Lingkungan di Kemensos

Nasional
Jokowi Sebut Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Jokowi Sebut Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Nasional
Moeldoko Sebut Masa Transisi Pengelolaan TMII Sudah Dimulai

Moeldoko Sebut Masa Transisi Pengelolaan TMII Sudah Dimulai

Nasional
Pro-Kontra Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud: Kepentingan Investasi hingga Peningkatan Peran Dikti

Pro-Kontra Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud: Kepentingan Investasi hingga Peningkatan Peran Dikti

Nasional
Ada Istilah 'Titipan Pak Menteri' di Sidang Kasus Korupsi Bansos Covid-19 yang Libatkan Juliari Batubara

Ada Istilah "Titipan Pak Menteri" di Sidang Kasus Korupsi Bansos Covid-19 yang Libatkan Juliari Batubara

Nasional
Kemenkumham: UKP Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tidak Akan Hentikan Mekanisme Yudisial

Kemenkumham: UKP Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tidak Akan Hentikan Mekanisme Yudisial

Nasional
KPK Buka Peluang Proses Kembali Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

KPK Buka Peluang Proses Kembali Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Nasional
Umat Islam yang Beribadah di Masjid Diharapkan Patuhi Protokol Kesehatan

Umat Islam yang Beribadah di Masjid Diharapkan Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Dituntut 6 Tahun Penjara

Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Dituntut 6 Tahun Penjara

Nasional
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan Tahap Awal Ibu Kota Negara Tunggu Pengesahan UU IKN

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan Tahap Awal Ibu Kota Negara Tunggu Pengesahan UU IKN

Nasional
Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Menag Yaqut: Masyarakat di Zona Oranye dan Merah Silakan Shalat Tarawih di Rumah

Nasional
MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

MUI Sarankan Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tetap Puasa

Nasional
Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Jokowi: Pemerintah Sudah Siapkan Peta Jalan Pengembangan Industri 4.0

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X