Kompas.com - 18/09/2020, 16:32 WIB
Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan di Gedung Mochtar, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020) KOMPAS.com/SANIA MASHABIKetua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan di Gedung Mochtar, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Kesehatan Masyarakat Ede Surya Darmawan memaparkan poin-poin protokol kesehatan yang ideal di rumah dan kantor agar terhindar dari Covid-19.

Ede mengatakan, di rumah idealnya ada kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga yang menjadi penjaga keamanan.

Hal tersebut dibutuhkan untuk mengontrol dan memastikan anggota keluarga yang ada di rumah menaati protokol kesehatan saat keluar.

"Di rumah, idealnya kepala rumah tangga atau ibunya jadi penjaga keamanan yang memastikan semua orang harus menaati protokol kesehatan ketika keluar rumah," ujar Ede dalam talkshow di BNPB, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Kota Tangerang Resmi Berlakukan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kemudian saat ada anggota keluarga yang pulang, harus ditanyakan terlebih dahulu apa yang dilakukan mereka saat berada di luar. Termasuk ditanyakan apakah ada risiko tertular atau tidak.

Apabila ada potensi tersebut, maka harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan cara menjaga jarak dan memakai masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara di kantor, Ede melanjutkan, diharapkan seluruh perkantoran dan sarana umum lainnya mengingatkan untuk melakukan protokol kesehatan terlebih dahulu kepada siapa pun yang datang ke tempat mereka.

"Kalau di kantor, saya harapkan seluruh kantor, tempat kerja, dan sarana umum, begitu masuk di depan sudah diingatkan lakukan protokol kesehatan ada spanduk besar, perintahkan cuci tangan yang tempatnya harus tersedia, pakai masker dan kalau tidak pakai masker tak boleh masuk. Idealnya pakai thermo gun untuk ukur suhu," kata Ede.

Selain itu, kapasitas tempat kerja atau tempat umum pun harus diterapkan sebanyak 50 persen agar bisa menerapkan jaga jarak.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Masih Lama, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Bahkan apabila memungkinkan, ruang kerja diatur ulang posisinya termasuk agar memiliki ventilasi ruangan yang baik.

"Jarak antar pekerja di atas satu meter, caranya sistem shift. Ventilasi butuh kreasi bagaimana mengatur ada pergantian udara," ucap dia.

Ede memastikan, protokol kesehatan wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Pasalnya ketersediaan vaksin masih sangat lama sehingga satu-satunya cara untuk terlindungi dari Covid-19 adalah menaati protokol kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Antikorupsi, Wapres Ma'ruf Minta Hukuman Tegas ke Setiap Pelaku Korupsi

Hari Antikorupsi, Wapres Ma'ruf Minta Hukuman Tegas ke Setiap Pelaku Korupsi

Nasional
Vonis Mark Sungkar Diperberat Jadi 2,5 Tahun Penjara

Vonis Mark Sungkar Diperberat Jadi 2,5 Tahun Penjara

Nasional
Di Acara Hakordia, Ketua KPK Sebut Integritas Pejabat di Atas Rata-rata

Di Acara Hakordia, Ketua KPK Sebut Integritas Pejabat di Atas Rata-rata

Nasional
Ketua KPK: Di Tangan Bapak Presidenlah, Kami Berharap Korupsi Dientaskan

Ketua KPK: Di Tangan Bapak Presidenlah, Kami Berharap Korupsi Dientaskan

Nasional
Baru 8,06 Persen Populasi Negara Berpendapatan Rendah yang Divaksin Covid-19, Menlu: Tak Bisa Dibiarkan

Baru 8,06 Persen Populasi Negara Berpendapatan Rendah yang Divaksin Covid-19, Menlu: Tak Bisa Dibiarkan

Nasional
Menyembuhkan Islamofobia

Menyembuhkan Islamofobia

Nasional
Jumlah Anggota Pansus RUU IKN Lebihi Batas, DPR Bahas Perubahan Tata Tertib

Jumlah Anggota Pansus RUU IKN Lebihi Batas, DPR Bahas Perubahan Tata Tertib

Nasional
Wapres Ma'ruf: Semua Agama di Indonesia Hakikatnya Tegas Melarang Korupsi

Wapres Ma'ruf: Semua Agama di Indonesia Hakikatnya Tegas Melarang Korupsi

Nasional
Wujudkan Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya Lele Sistem Bioflok di Konawe

Wujudkan Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya Lele Sistem Bioflok di Konawe

Nasional
Ridwan Kamil Akui Masuk Parpol Pilihan Paling Realistis untuk Kembali Maju di Kontestasi Politik

Ridwan Kamil Akui Masuk Parpol Pilihan Paling Realistis untuk Kembali Maju di Kontestasi Politik

Nasional
Bertolak ke Danau Toba, Ma'ruf Amin akan Resmikan Pameran Rempah

Bertolak ke Danau Toba, Ma'ruf Amin akan Resmikan Pameran Rempah

Nasional
Novel Baswedan: Semoga Kegiatan Kami sebagai ASN Polri Bawa Manfaat

Novel Baswedan: Semoga Kegiatan Kami sebagai ASN Polri Bawa Manfaat

Nasional
Jokowi: Kita Harus Sadar Upaya Pemberantasan Korupsi Belum Baik

Jokowi: Kita Harus Sadar Upaya Pemberantasan Korupsi Belum Baik

Nasional
Tegaskan PAN Tak Nantikan Reshuffle, Zulkifli Hasan: Itu Urusan Presiden

Tegaskan PAN Tak Nantikan Reshuffle, Zulkifli Hasan: Itu Urusan Presiden

Nasional
Kementerian KP Diseminasikan Keunggulan Tambak Milenial kepada Generasi Muda

Kementerian KP Diseminasikan Keunggulan Tambak Milenial kepada Generasi Muda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.