Pemerintah Disarankan Fokus Tekan Kasus Harian Covid-19 di DKI Jakarta

Kompas.com - 18/09/2020, 12:58 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/prasPengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Laura Navika Yamani menyarankan pemerintah fokus menekan angka kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta.

Sebab, DKI Jakarta selalu mencetak angka harian Covid-19 di kisaran 1.000 kasus per hari.

"Secara nasional itu 3.000 (kasus) sekian rata-rata ya sekarang, kemudian DKI kan selalu 1.000 (kasus) sekian," kata Laura kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2020) malam.

"Artinya yang masih menyumbang kasus terbanyak memang di DKI Jakarta, tapi kemudian kalau bisa difokuskan (penanganannya)," lanjut dia.

Baca juga: Data Pemprov DKI, Kemenkes Jadi Klaster Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

Laura menjelaskan, walaupun kasus aktif di DKI Jakarta cenderung stabil, namun angka penambahan kasus harian Covid-19 tinggi dan harus tetap ditekan.

Kasus aktif yang dimaksud Laura adalah pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan, baik secara mandiri ataupun di rumah sakit.

"Tapi ketika ditemukan kasus hariannya itu juga cukup banyak, maka ya ini sebagai sumber penularan artinya harus juga ditekan, jangan sampai hariannya juga tinggi," ujar dia.

"Jadi harus dikendalikan. Jangan sampai kemudian 1.000 (kasus), 1.000 (kasus) nanti bahkan mungkin kalau enggak ada intervensi ya bisa sampai ke 2.000 (kasus) dan seterusnya," lanjut Laura.

Sebelumnya, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 bertambah sebanyak 3.635 orang sejak Rabu (16/9/2020) hingga Kamis (17/9/2020) hari ini.

Dengan pertambahan tersebut, total pasien positif Covid-19 kini berjumlah 232.628 orang terhitung sejak perdana Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Kasatpol PP DKI: Sekarang Lebih Banyak Orang Patuh Gunakan Masker

Informasi tersebut disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) yang dikutip Kompas.com, Kamis sore.

Berdasarkan data yang sama, kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi. Tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dengan 1.113 kasus, Jawa Barat (353 kasus), Jawa Timur (327), Jawa Tengah (293), dan Riau (225).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi 493 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ketua MPR Minta Pemerintahan Tetap Fokus Hadapi Pandemi

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ketua MPR Minta Pemerintahan Tetap Fokus Hadapi Pandemi

Nasional
Demo 20 Oktober, Mahfud MD: Silakan, tapi Hati-hati Penyusup

Demo 20 Oktober, Mahfud MD: Silakan, tapi Hati-hati Penyusup

Nasional
Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon Disajikan Makanan oleh Kajari Jaksel, Kejagung: Sesuai SOP

Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon Disajikan Makanan oleh Kajari Jaksel, Kejagung: Sesuai SOP

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, 5.000 Mahasiswa dari BEM SI Diperkirakan Demo Lagi

Setahun Jokowi-Ma'ruf, 5.000 Mahasiswa dari BEM SI Diperkirakan Demo Lagi

Nasional
KPK Dalami Peran Eks Dirut Percetakan Negara dalam Kasus E-KTP

KPK Dalami Peran Eks Dirut Percetakan Negara dalam Kasus E-KTP

Nasional
Benny Tjokro dan Heru Hidayat Diperiksa Kejagung sebagai Saksi di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro dan Heru Hidayat Diperiksa Kejagung sebagai Saksi di Kasus Jiwasraya

Nasional
Antisipasi Bencana Karena Musim Hujan, Perangkat Desa Diminta Manfaatkan Dana Desa

Antisipasi Bencana Karena Musim Hujan, Perangkat Desa Diminta Manfaatkan Dana Desa

Nasional
Pemerintah Beli 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca untuk 2021

Pemerintah Beli 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca untuk 2021

Nasional
Pengembangan Vaksin Merah Putih Tunggu Prototipe dari Lembaga Eijkman, Ditargetkan Awal 2021

Pengembangan Vaksin Merah Putih Tunggu Prototipe dari Lembaga Eijkman, Ditargetkan Awal 2021

Nasional
Periode Kedua Jokowi: Buzzer Dinilai Tak Lagi Efektif, Serangan ke Kebebasan Sipil Semakin Ganas

Periode Kedua Jokowi: Buzzer Dinilai Tak Lagi Efektif, Serangan ke Kebebasan Sipil Semakin Ganas

Nasional
Psikolog Sebut Lingkungan Terdekat Pasien Covid-19 Punya Tugas Bantu Edukasi ke Masyarakat

Psikolog Sebut Lingkungan Terdekat Pasien Covid-19 Punya Tugas Bantu Edukasi ke Masyarakat

Nasional
Mahfud ke Polisi: Perlakukan Demonstran secara Humanis, Jangan Bawa Peluru Tajam!

Mahfud ke Polisi: Perlakukan Demonstran secara Humanis, Jangan Bawa Peluru Tajam!

Nasional
Pilkada di Tengah Pandemi, Bawaslu: Prinsipnya Terapkan Protokol Kesehatan dan Sanksi Pelanggar

Pilkada di Tengah Pandemi, Bawaslu: Prinsipnya Terapkan Protokol Kesehatan dan Sanksi Pelanggar

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Kontras Catat 158 Pelanggaran Atas Kebebasan Sipil

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Kontras Catat 158 Pelanggaran Atas Kebebasan Sipil

Nasional
Mendagri: Sebelum Berlibur ke Luar Kota, Jalani Tes Usap

Mendagri: Sebelum Berlibur ke Luar Kota, Jalani Tes Usap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X