Komisi III Minta Dalang di Balik Kebakaran Kejagung Diungkap

Kompas.com - 18/09/2020, 06:53 WIB
Kondisi lobi sisi utara sebelah kanan Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (24/8/2020) pasca terbakar. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gedung Kejaksaan Agung pada Senin (24/8/2020) pukul 09.00 WIB. Dok. IstimewaKondisi lobi sisi utara sebelah kanan Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (24/8/2020) pasca terbakar. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gedung Kejaksaan Agung pada Senin (24/8/2020) pukul 09.00 WIB.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Menurut dia, dalang di balik kasus kebakaran itu harus diungkap ke publik.

"Pertama, saya tentunya meminta Polri untuk segera mencari pelaku utama, dan saya yakin Polri maupun kejaksaan memiliki kapasitas untuk mengungkap kasus ini," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Bareskrim sebelumnya mengungkap bahwa ada unsur pidana di balik kasus kebakaran tersebut.

Baca juga: Kejaksaan Agung Minta Tambahan Anggaran Rp 400 Miliar untuk Renovasi Gedung

Pengungkapan auktor intelektualis, menurut dia, penting dilakukan. Pasalnya, Kejagung diketahui tengah mengusut perkara besar pada saat yang sama.

"Kalau kita lihat waktunya, maka pembakaran ini bersifat sistematis dan terjadi memang saat Kejagung tengah mengusut kasus besar yang juga melibatkan pihak internal. Publik tau lah kasusnya apa," ucapnya.

Diberitakan, Bareskrim Polri meningkatkan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung ke tahap penyidikan.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, penyidik menduga ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Sayangkan Gedung Kejaksaan Agung yang Terbakar Tak Diasuransikan

“Peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” ungkap Listyo di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (17/2020).

Listyo mengungkapkan, unsur pidana yang dimaksud seperti tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyebutkan barangsiapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X