Menlu Retno Bahas Ketegangan di Yaman dengan Menlu Saudi

Kompas.com - 17/09/2020, 21:24 WIB
Menlu Retno LP Marsudi KemluMenlu Retno LP Marsudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud melakukan komunikasi per telepon pada 15 September lalu guna membahas isu keamanan, antara lain perkembangan situasi di Yaman.

“Saya menyampaikan bahwa Indonesia prihatin dengan perkembangan dan peningkatan ketegangan terkini yang terjadi di Yaman, terutama dampaknya terhadap isu kemanusiaan,” kata Retno kepada wartawan secara daring, Kamis (17/9/2020).

Situasi Yaman ini juga telah dibahas di dalam pertemuan Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB pada hari yang sama.

Baca juga: PBB: Pasokan Senjata Barat dan Iran Picu Kejahatan Perang di Yaman Selama 6 Tahun

 

Dalam pertemuan tersebut, Utusan Khusus Sekjen PBB Martin Griffith dan Under Secretary General for Humanitarian Affairs dari PBB Mark Lowcock memberikan pengarahan mengenai situasi Yaman.

“Pada dasarnya briefing menyampaikan keadaan yang memprihatinkan di Yaman di mana rakyat Yaman semakin menderita karena konflik yang berkepanjangan. Di dalam briefing juga disampaikan bahaya kelaparan yang mengancam sebagian besar rakyat Yaman,” ujar Retno.

Sejalan dengan apa yang Retno sampaikan dalam pembicaraan per telepon dengan Menlu Saudi dan di dalam pertemuan DK PBB, Indonesia telah menyampaikan posisinya yaitu menyerukan agar semua pihak dapat menahan diri dan segera menyepakati perjanjian perdamaian (joint declaration) yang digagas oleh Utusan Khusus Sekjen PBB.

Baca juga: Di Tengah Krisis Kemanusiaan, Ribuan Warga AS Tak Bisa Pulang dari Yaman

Kemudian, Indonesia mengecam serangan yang dilakukan pihak Houthi ke wilayah negara tetangga termasuk ke Arab Saudi serta menyampaikan kekhawatiran terhadap situasi kemanusiaan di lapangan, terutama di masa pandemi dan menekankan pentingnya melindungi rakyat sipil.

“Indonesia juga mengimbau agar Bandara Sanaa’ kembali dapat beroperasi mengingat bandara tersebut merupakan pintu masuk bantuan kemanusiaan yang diperlukan rakyat Yaman,” kata Retno.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X