Kompas.com - 17/09/2020, 16:02 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini pemerintah tidak bisa hanya berkutat mengurusi masalah kesehatan.

Namun, permasalahan ekonomi juga harus diperhatikan dengan saksama tetapi tetap mengedepankan kesehatan sebagai prioritasnya.

"Sekarang kita tidak bisa lagi hanya berkutat mengurusi kesehatan terutama perang lawan Covid-19 tapi ekonomi juga harus diperhatikan. Seperti arahan Presiden, kita tetap menjadikan kesehatan sebagai prioritas tapi bukan berarti ekonomi juga boleh diabaikan," ujar Muhadjir dalam sebuah talkshow di Instagram, Kamis (17/9/2020).

"Karena apa arti hidup tanpa ekonomi. Sebetulnya kalau ada yang bilang yang penting sehat dulu baru ekonomi menurut saya justru ekonomi itu bikin sehat. Jangan dibalik-balik," kata dia.

Baca juga: Sekjen MUI Minta Pemerintah Serius Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Selain itu, menurut Muhadjir, seperti yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pula, dalam menghadapi pemulihan ekonomi ini harus pandai memilih kapan menginjak rem dan bermain gas.

Apabila diibaratkan kendaraan, kata dia, jika hendak menginjak rem, maka para penumpangnya harus diberitahu terlebih dahulu. Begitu pun ketika akan menginjak gas.

Jika tidak, maka akan sangat membahayakan kepentingan nasional Tanah Air.

"Yang penting kalau rem jangan mendadak, kasih tahu dulu penumpang-penumpang kita," ujar Muhadjir.

"Karena kalau remnya mendadak, bisa oleng kendaraan kita tapi kalau gas juga jangan tiba-tiba tancap gas. Kalau hilang kendali sangat bahaya untuk kepentingan nasional kita," kata dia.

Baca juga: Satgas Covid-19: Tak Ada Jalan Lain bagi DKI Selain Tarik Rem Darurat

Ia mengatakan, langkah pemerintah dengan membentuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah agar ekonomi yang sedang hibernasi karena fokus kepada kesehatan tidak mati.

Jika ekonomi yang sedang hibernasi itu mati, kata dia, maka akan lebih sulit dijalankan.

"Selama kita masih fokus di kesehatan dan jaring pengaman sosial, maka sektor ekonomi harus dihibernasi. Jadi ekonomi seperti pohon yang hadapi musim dingin, rontokan daun dan ranting yang tak perlu, yang penting batang dan akar jangan sampai ikut mati sehingga kalau msuim Covid-19 habis, kita bisa mudah bangkit," kata dia.

"Tapi kalau hibernasi semakin dalam, kalau akarnya ikut mati maka untuk memulainya akan semakin sulit karena harus ada tanaman baru sehingga Menko Perekonomian membentuk PEN," ucap Muhadjir Effendy.

Baca juga: Kasus Covid-19 Nyaris 4.000 Per Hari, IDI Minta Ini ke Pemerintah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X