MUI Belum Terima Permohonan Uji Halal Vaksin Covid-19

Kompas.com - 17/09/2020, 11:41 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menyatakan, hingga kini belum menerima permohonan pengujian kehalalan vaksin Covid-19 produksi China maupun Uni Emirat Arab yang rencananya akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Hal itu ditegaskan baik oleh Penanggung Jawab Dewan Halal Nasional (DHN) MUI Anwar Abbas maupun Wakil Sekretaris DHN MUI Nadjamuddin Ramly.

Menurut Ramly, hingga kini pihaknya belum menerima surat pengajuan baik yang dilayangkan oleh PT Biofarma maupun Kementerian BUMN.

"Olehnya, DHN MUI menyayangkan pernyataan Erick Thohir jika dia telah menjamin kehalalan kedua jenis vaksin tersebut. DHN MUI telah lama menunggu dan menanti kapa PT Biofarma dapat mengantar senyawa vaksin tersebut ke DHN MUI," kata Nadjamuddin, Rabu (16/9/2020), seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Apa Itu Nasionalisme Vaksin?

Ia menegaskan, uji kehalalan merupakan hal yang penting, mengingat mayoritas penduduk Indonesia merupakan umat islam.

Menurut dia, umat islam berkeyakinan bahwa apapun yang masuk ke dalam tubuhnya harus dipastikan aspek kehalalannya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, pihaknya berencana mengaja MUI ke China untuk melihat proses produksi vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

“Kita juga pastikan vaksin ini halal dan juga standar kita, karena itu kita kirimkan BPOM ke UAE dan Insya Allah ke China bersama MUI Oktober ini,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Para Pemimpin Bisnis Peringatkan Semua Negara untuk Tidak Lakukan Nasionalisme Vaksin Virus Corona

Diketahui, Indonesia sendiri melalui PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Saat ini, Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi, dan Turki.

Selain dengan Sinovac, Indonesia juga menjalin kerja sama terkait vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UAE), G42. Untuk G42, melakukan uji klinis sendiri di UEA.

Indonesia telah mengirim tim ke UEA untuk memantau uji klinis tersebut.

Jika proses uji klinis itu berjalan mulus, ditargetkan di awal 2021 sudah bisa dilakukan imunisasi massal bagi masyarakat Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X