Penambahan Kasus Covid-19 Kembali Rekor, Cegah Penularan pada Kelompok Rentan

Kompas.com - 17/09/2020, 06:42 WIB
Warga menggunakan masker saat melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus baru positif Covid-19 semakin bertambah di Indonesia, sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (16/9/2020) pukul 12.00, terjadi penambahan 3.963 kasus baru positif virus corona.

Adapun konfirmasi kasus positif ini dilakukan dengan dua metode, yaitu tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan secara real time dan metode tes cepat molekuler.

Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 228.993 kasus.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 3.963, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 228.993

Angka penambahan kasus harian tersebut merupakan tertinggi. Berdasarkan catatan Kompas.com, rekor kasus harian sebelumnya mencapai 3.861 orang pada Kamis (10/9/2020).

Kemudian, terjadi pada Kamis (3/9/2020) dengan 3.622 orang pasien Covid-19 baru.

Jumlah kasus baru positif Covid-19 sebanyak 3.963 orang tersebut tersebar di 34 provinsi. Penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 1.294 kasus baru.

Menyusul setelah itu, Jawa Timur dengan 372 kasus baru dan Jawa Tengah dengan 340 kasus baru, Jawa Barat sebanyak 293 kasus dan Kalimantan Timur sebanyak 217 kasus.

 

Dalam data yang sama, angka pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dua kali pemeriksaan terus bertambah.

Hingga Rabu (16/9/2020), ada penambahan sebanyak 3.036 orang, sehingga total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 164.101 orang.

Baca juga: Bertambah 3.963, Kasus Harian Covid-19 Kembali Catatkan Rekor

Namun, penambahan pasien yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 masih terus bertambah. Ada 135 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam waktu 24 jam.

Dengan demikian, total pasien yang meninggal dunia menjadi 9.100 orang.

Pemeriksaan spesimen dan suspek

Dalam periode 15-16 September 2020, total spesimen yang diperiksa pemerintah sebanyak 2.755.120 spesimen dari 1.622.769 orang terkait Covid-19.

Total jumlah spesimen tersebut termasuk dengan penambahan tes per hari sebanyak 39.774 spesimen dari 30.713 orang. Satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.

Sementara, saat ini ada 100.236 orang yang berstatus suspek Covid-19.

Lebih lanjut, ada 493 kabupaten/kota yang terdampak Covid-19 dari 34 provinsi.

Cegah penularan terhadap kelompok rentan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, virus corona mematikan bagi orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Penyakit pernyata itu adalah hipertensi, diabetes mellitus, jantung, paru-paru, gangguan napas, ginjal, asma, dan kanker.

“Saya mengibaratkan Covid-19 ini seperti layaknya malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan yaitu kelompok lansia dan pemilik komorbid, mereka yang punya penyakit bawaan tertentu,” kata Doni dalam diskusi virtual bertajuk Arah Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Ketua Satgas: Covid-19 ibarat Pencabut Nyawa bagi Kelompok Rentan

Doni mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19, penyakit bawaan yang paling banyak diindap di Indonesia adalah diabetes.

Selain itu, menurut Doni, banyak pasien yang terpapar Covid-19 yang mereka bisa pulih rata-rata kelompok usia di bawah 40 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta.

Berdasarkan hal tersebut, Doni mengatakan, ada dua yaitu kelompok yang bisa selamat dan kelompok yang berisiko tinggi.

Oleh karenanya, masyarakat harus saling bekerja sama untuk menyelamatkan kelompok yang memiliki risiko tinggi terjangkit Covid-19.

“Nah sekarang bagaimana kita harus melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan masyarakat yang punya risiko tinggi, oleh karenanya strategi kami pertama adalah melindungi kelompok rentan,” ujar Doni.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Terus Bertambah dan Antisipasi Penularan Corona Saat Arus Balik

Kasus Covid-19 Terus Bertambah dan Antisipasi Penularan Corona Saat Arus Balik

Nasional
Kecam Agresi Militer Israel, Jokowi Bahas Nasib Palestina Bersama Pemimpin Sejumlah Negara

Kecam Agresi Militer Israel, Jokowi Bahas Nasib Palestina Bersama Pemimpin Sejumlah Negara

Nasional
Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X