Peningkatan Pasien Covid-19 dan Metode Pemulihan di RSD Wisma Atlet

Kompas.com - 17/09/2020, 06:31 WIB
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Video antrean mobil ambulans yang mengular di sekitar Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, viral melalui media sosial belakangan ini.

Dalam video berdurasi 29 detik itu terlihat sejumlah mobil ambulans mengantre di sekitar depan pintu masuk area RSD Wisma Atlet.

Pihak pengelola RSD Wisma Atlet, yakni Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) membenarkan soal antrean tersebut.

Baca juga: Penjelasan Pengelola soal Antrean Ambulans di RSD Wisma Atlet

Wakil Panglima Kogasgabpad Brijen TNI Muhammad Saleh Mustafa menuturkan antrean ambulans terjadi pada pukul 20.00 WIB, Selasa (15/9/2020) malam.

Penyebab terjadinya antrean itu akibat adanya peningkatan jumlah pasien yang akan dirawat di rumah sakit dadakan tersebut.

Hal itu diperparah dengan adanya kedatangan ambulans secara bersamaan.

"Karena ambulans ini (datang) bersamaan waktu, datang dalam jumlah yang banyak," ujar Saleh dalam konferensi pers yang digelar BNPB, Rabu (16/9/2020).

"Kalau tidak salah tadi malam ada peningkatan datang itu mencapai 100 persen. Biasa datang itu sekitar sampai dengan 300-an, ini tambah lagi, di Tower 5 itu sudah 600 pasien," kata dia.

Saleh mengatakan, antrean ambulans terjadi juga karena faktor pintu. Saat kejadian antrean itu, hanya terdapat satu pintu yang dibuka.

"Kebetulan pada malam itu, pintu yang dibukanya cuma satu sehingga terjadi antrean. Padahal kami sudah rapat sebelumnya dengan tim dari rumah sakit, bahwa nanti kami akan membuka dua pintu," kata Saleh. 

Baca juga: Antrean RSD Covid-19 Wisma Atlet Disebut akibat Ambulans yang Datang Meningkat

Saleh menjelaskan, pada dasarnya terdapat alur kedatangan ambulans yang sudah diatur.

Pengaturan itu diterapkan bagi ambulans dari RSD Wisma Atlet dan Puskesmas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi penumpukan karena adanya kedatangan ambulans secara bersamaan.

Namun demikian, akibat banyaknya pasien yang harus dievakuasi membuat kedatangan ambulans secara bersamaan tak bisa terhindarkan.

Hingga kini, RSD Wisma Atlet tengah merawat 1.740 pasien terkonfirmasi positif.

Jumlah pasien tersebut berdasarkan data terbaru dari Komando Gabungan Wilayah I (Kogabwilhan I) pada pukul 08.00 WIB, Rabu (16/9/2020).

Kapasitas diklaim masih terkendali

Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono menuturkan saat ini RSD Wisma Atlet masih mampu menerima pasien, baik yang bergejala maupun pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Klaim itu merujuk kondisi terkini kapasitas rumah sakit yang diyakini masih terkendali. Di mana pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri atau OTG di tempatkan di tower 4 dan tower 5.

Tower 4 memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 1.546 unit. Hanya saja, sejauh ini belum ada penghuni yang menempati tower ini.

Sementara, tower 5 tersedia 1.570 tempat tidur dan 610 di antaranya sudah terisi.

Baca juga: Satgas Covid-19 Pastikan RS Wisma Atlet Tak Penuh, Ini Penjelasannya

Secara persentase, jumlah penghuni di tower ini sudah mencapai 38,85 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 11 April: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 58.965 Orang

UPDATE 11 April: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 58.965 Orang

Nasional
UPDATE 11 April: Ada 109.958 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 11 April: Ada 109.958 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 11 April: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 13.365.972

UPDATE 11 April: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 13.365.972

Nasional
UPDATE 11 April: 5.096.252 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.037.754 Dosis Pertama

UPDATE 11 April: 5.096.252 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.037.754 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 11 April : Bertambah 87, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 42.530 Orang

UPDATE 11 April : Bertambah 87, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 42.530 Orang

Nasional
UPDATE 11 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.414.507

UPDATE 11 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.414.507

Nasional
UPDATE 11 April 2021: Bertambah 4.127 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.566.995

UPDATE 11 April 2021: Bertambah 4.127 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.566.995

Nasional
Kemensetneg Ajak Publik Sampaikan Aspirasi Soal Pengembangan dan Pengelolaan TMII

Kemensetneg Ajak Publik Sampaikan Aspirasi Soal Pengembangan dan Pengelolaan TMII

Nasional
5 Alasan ICW Desak KPK Pecat Deputi Penindakan Karyoto

5 Alasan ICW Desak KPK Pecat Deputi Penindakan Karyoto

Nasional
Penjelasan Yayasan Harapan Kita soal TMII: Tak Pernah Miliki Niat Swakelola

Penjelasan Yayasan Harapan Kita soal TMII: Tak Pernah Miliki Niat Swakelola

Nasional
KSPI: THR 1.487 Pekerja Belum Dilunasi 13 Perusahaan Sejak 2020

KSPI: THR 1.487 Pekerja Belum Dilunasi 13 Perusahaan Sejak 2020

Nasional
Menteri LHK: Jangan Sampai Terjadi Duet Bencana, Corona dan Karhutla

Menteri LHK: Jangan Sampai Terjadi Duet Bencana, Corona dan Karhutla

Nasional
Anggota DPR Minta Prabowo Jelaskan Rinci soal Denwalsus Kemenhan

Anggota DPR Minta Prabowo Jelaskan Rinci soal Denwalsus Kemenhan

Nasional
Pengamat Nilai Diperlukan Pendekatan Cegah Warga Papua Terpengaruh KKB

Pengamat Nilai Diperlukan Pendekatan Cegah Warga Papua Terpengaruh KKB

Nasional
KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

KSPI: Unjuk Rasa Buruh 12 April Digelar di Gedung MK dan Virtual

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X