Saat Pilkada Kembali Diwarnai Fenomena Bakal Paslon Tunggal...

Kompas.com - 15/09/2020, 07:39 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

"Hal ini dianggap sebagai cara cepat untuk memenangkan kontestasi Pilkada," tutur dia.

Baca juga: Perludem: Fenomena Bakal Calon Tunggal Jadi Strategi Menangkan Pilkada

 

Indikasinya, kata Heroik, terlihat sejumlah bakal paslon tunggal yang didukung hampir 100 persen kursi di DPRD. Dengan kata lain, banyak parpol yang mengusung bakal paslon tunggal itu.

Indikasi lainnya, bakal paslon tersebut merupakan petahana atau punya latar belakang kekerabatan dengan petahana atau parpol.

"Itu merupakan modal awal, yang bisa dijadikan shortcut. Sehingga jalannya lebih mulus untuk meraih suara terbanya. Sehingga bakal paslon tunggal menjadi tren strategi pemenangan," kata Heroik.

Dampak pandemi Covid-19

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menyebut, para bakal paslon tunggal pada Pilkada 2020 masih didominasi petahana.

Hampir dapat dipastikan mereka nantinya bisa meraih kemenangan melawan kotak kosong.

"Yang maju mayoritas masih petahana. Ada kepala daerah dan wakil kepala daerah maju kembali. Sisanya petahana lainnya," ujarnya ketika dikonfirmasi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Arya juga melihat naiknya jumlah bakal paslon tunggal juga dipengaruhi kondisi pandemi Covid-19.

Sebab, syarat bagi individu untuk maju di Pilkada baik dari jalur parpol maupun perseorangan sama-sama berat.

Baca juga: Peneliti Sebut Fenomena Calon Tunggal di Pilkada 2020 Dampak Pandemi

 

Hal ini ada kaitannya dengan "biaya politik" dan kondisi parpol atau investor politik di masa pandemi.

Di sisi lain, jika nantinya hanya ada satu paslon dalam kontestasi Pilkada di sebuah daerah, maka "biaya politik" akan jauh lebih murah.

Sebab, satu paslon tidak perlu bersaing dengan paslon lain dalam kampanye maupun sosialisasi.

"Kondisi pandemi ini juga mempengaruhi. Tentu dengan paslon tunggal, biaya politik bisa lebih sedikit. Di sisi lain, kemenangan sudah hampir pasti," tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X