Menlu Retno: ASEAN dan EU Harus Bekerja Sama Pastikan Strategi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 12/09/2020, 22:38 WIB
Ilustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri ( Menlu) Retno Marsudi mengikuti pertemuan ASEAN-European Union (ASEAN-EU) Ministerial Meeting secara virtual pada Sabtu (12/9/2020).

Dalam pertemuan itu, Retno mengingatkan pentingnya kerja sama vaksin Covid-19 antara ASEAN dan Uni Eropa.

"ASEAN dan EU harus bekerja sama memastikan strategi vaksin untuk semua," kata Retno melalui telekonferensi, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Menlu: 296 Pengungsi Etnis Rohingya Non-reaktif Covid-19

"Untuk itu ASEAN-EU harus mendukung proses bilateral pengadaan vaksin yang aman dan berkualitas dan terjangkau, termasuk melalui kerangka Covax facilities," lanjut dia.

Sementara, untuk jangka panjang, Retno mengingatkan ASEAN-EU untuk berkontribusi pada tata kelola kesehatan global.

"Agar dunia menjadi lebih siap dalam menghadapi pandemik lainnya," ujar Retno Marsudi.

Seperti diketahui, Indonesia menempuh dua jalur dalam mendapatkan vaksin Covid-19.

Untuk jangka pendek, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinovac, dan G42 yang berpusat di Uni Emirat Arab.

Dalam pengembangan vaksin, G42 bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinopharm.

Vaksin dari Sinovac kini tengah dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan vaksin dari G42 tengah menjalani uji klinis tahap ketiga di Uni Emirat Arab.

Baca juga: Lapor ke Wapers, Erick Thohir: Vaksin Halal Jadi Prioritas

Adapun dalam rangka membangun ketahanan nasional, Indonesia mengembangkan vaksin merah putih yang programnya dijalankan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Saat ini vaksin merah putih baru dalam tahap pengembangan awal dan belum dilakukan uji klinis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X