Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doni Monardo: Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Siap Tampung Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Kompas.com - 12/09/2020, 21:29 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan flat isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala di rumah sakit darurat Wisma Atlet. 

Flat isolasi yang berada di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet itu sudah bisa ditempati pada Sabtu (12/9/2020) malam ini. 

"Dengan tersedianya flat isolasi mandiri, Tower 4 dan 5 di kawasan Wisma Atlet Kemayoran kita harapkan akan semakin banyak fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah untuk menerima masyarakat yang statusnya positif Covid-19 tetapi tanpa gejala," kata Doni dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: UPDATE 12 September: Kasus Covid-19 di DKI Bertambah 1.440 Orang

Doni mengatakan, pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang ingin melakukan isolasi di RS Wisma Atlet bisa mendaftarkan diri melalui Puskemas.

"Rujukan yang diberikan oleh puskesmas yang jadi salah satu persyaratan sehingga flat isolasi mandiri bisa menerima saudara kita yang positif Covid-19 namun tanpa gejala," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, Tower 5 RS Wisma Atlet memiliki kapasitas 1.570 tempat tidur.

Untuk itu, kata Tugas, pihaknya akan memindahkan pasien Covid-19 tanpa gejala dari Tower 6 dan 7 ke Tower 5.

Baca juga: Doni Monardo: 67 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI dalam Proses Relaksasi

Dengan demikian, Tower 6 dan 7 akan diisi pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang.

"Di Tower 5 kita siapkan yang siap huni 1.570 tempat tidur sehingga kalau kita pindahkan dari tower 6 dan 7 untuk yang tidak bergejala sekitar 700 atau 800 orang sehingga ini kita masih bisa menampung untuk separuhnya," kata Tugas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’  ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’ ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Nasional
Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Nasional
Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Nasional
Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Nasional
Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Nasional
AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

Nasional
MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

Nasional
Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Nasional
Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Nasional
Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Nasional
TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

Nasional
Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Nasional
Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Nasional
Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com