Partai Besutan Amien Rais Diyakini Tak Akan Dapat Efek Elektoral PAN

Kompas.com - 11/09/2020, 16:35 WIB
Mantan Ketua MPR Amien Rais usai melayat ke rumah duka BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII Blok L15/7 No.5, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANMantan Ketua MPR Amien Rais usai melayat ke rumah duka BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII Blok L15/7 No.5, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi optimistis, partai baru besutan Amien Rais tidak akan mendapatkan efek elektoral yang cukup signifikan pada pemilu legislatif mendatang.

Sekali pun, partai tersebut nantinya akan menggunakan nama yang nyaris sama, yaitu 'PAN Reformasi'.

"Di dalam pemberitaan di media, Pak Amien Rais kemungkinan menamakan partai barunya dengan PAN Reformasi. Menurut saya kalau pun ada efek elektoral, getarannya sangat kecil alias non-signifikan," ucap Viva Yoga, Jumat (11/9/2020), seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, Amien sengaja menggunakan nama PAN karena berharap mendapatkan efek elektoral. Pasalnya, sejak Pemilu 1999 hingga 2019, partai berlambang matahari itu selalu berhasil lolos ke DPR.

Baca juga: Waketum PAN: Publik Akan Menilai Amien Rais Meninggalkan PAN...

Keyakinan bahwa partai besutan Amien tak akan mendapat efek elektoral, imbuh Viva, lantaran masyarakat tahu bahwa itu adalah partai baru yang memang sengaja ingin mendapatkan efek elektoral PAN.

Kondisi itu berbeda ketika Gerindra, Nasdem, Dan Hanura dibentuk. Ketiga partai tersebut seperti diketahui dipimpin oleh mantan politisi Golkar.

Namun, ketiganya tidak pernah berharap mengeruk efek elektoral Golkar.

"Mereka percaya diri atas partai politik baru yang didirikan itu," ucapnya.

Alasan berikutnya, kata Viva, membangun identitas partai pada saat ini membutuhkan perjuangan dan sumber daya yang besar.

Baca juga: Amien Rais Pastikan Bentuk Partai Baru, Semboyannya Lawan Kezaliman

Di tengah kondisi politik kontemporer, parpol harus berjuang membangun infrastruktur, menyiapkan pengurus dan kader militan, harus lolos sebagai peserta pemilu, serta harus lolos ambang batas parlemen yang setiap musim pemilu selalu naik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Karena pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat, tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru. Jika ada yang bergabung kemungkinan hanya kecil saja, tidak signifikan," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICW Nilai Pemerintah Miliki Terlalu Banyak Hambatan dalam Penanganan Kasus BLBI

ICW Nilai Pemerintah Miliki Terlalu Banyak Hambatan dalam Penanganan Kasus BLBI

Nasional
Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD, Kepala BPOM: Tak Ada Kaitan dengan Kami

Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD, Kepala BPOM: Tak Ada Kaitan dengan Kami

Nasional
DPR Diminta Terbuka soal Vaksin Nusantara, Ini Vaksinasi Atau Hanya Diambil Darah Saja?

DPR Diminta Terbuka soal Vaksin Nusantara, Ini Vaksinasi Atau Hanya Diambil Darah Saja?

Nasional
Perseteruan Hamka dan Pramoedya Ananta Toer hingga Berdamai lewat Islam

Perseteruan Hamka dan Pramoedya Ananta Toer hingga Berdamai lewat Islam

Nasional
Buru Aset BLBI, Satgas Bakal Awali Penyisiran Utang Obligor di Atas Rp 50 Miliar

Buru Aset BLBI, Satgas Bakal Awali Penyisiran Utang Obligor di Atas Rp 50 Miliar

Nasional
Jalin Silaturahim, PPP dan PKS Kompak Perjuangkan RUU Larangan Minol

Jalin Silaturahim, PPP dan PKS Kompak Perjuangkan RUU Larangan Minol

Nasional
Bertemu, PKS-PPP Sepakat Berkomitmen Jaga Demokrasi dan Keutuhan NKRI

Bertemu, PKS-PPP Sepakat Berkomitmen Jaga Demokrasi dan Keutuhan NKRI

Nasional
KKB Tembak Mati Sopir Ojek di Kabupaten Puncak Papua

KKB Tembak Mati Sopir Ojek di Kabupaten Puncak Papua

Nasional
Kemendagri Minta Pemprov DKI Susun Rencana Aksi Antisipasi Banjir

Kemendagri Minta Pemprov DKI Susun Rencana Aksi Antisipasi Banjir

Nasional
Eks Pejabat Kemenag Undang Sumantri Segera Disidang

Eks Pejabat Kemenag Undang Sumantri Segera Disidang

Nasional
Mendagri: Kepala Daerah Terpilih Harus Bisa Kendalikan Covid-19 di Wilayah Masing-masing

Mendagri: Kepala Daerah Terpilih Harus Bisa Kendalikan Covid-19 di Wilayah Masing-masing

Nasional
Planas PRB Harap Konsep Konvergensi Cegah Ketidakefisienan Sumber Daya Pencegahan Bencana

Planas PRB Harap Konsep Konvergensi Cegah Ketidakefisienan Sumber Daya Pencegahan Bencana

Nasional
Waketum PKB: Minimal Ada 3 Menteri yang Di-reshuffle

Waketum PKB: Minimal Ada 3 Menteri yang Di-reshuffle

Nasional
Soal Reshuffle Kabinet, Gerindra: Itu Hak Presiden, Kita Tak Ikut Campur

Soal Reshuffle Kabinet, Gerindra: Itu Hak Presiden, Kita Tak Ikut Campur

Nasional
Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU Definitif Gantikan Arief Budiman

Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU Definitif Gantikan Arief Budiman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X