Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2020, 05:49 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak seluruh negara ASEAN dan Amerika Serikat (AS) bekerja sama dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Retno usai menghadiri ASEAN-US Ministerial Meeting secara virtual pada Kamis (10/9/2020).

"Saya juga menyampaikan mengenai vaksin. Saya sampaikan vaksin adalah game-changer dan vaksin adalah harapan masyarakat," kata Retno dalam keterangan pers virtual.

Baca juga: Indef Prediksi Vaksin Covid-19 Bisa Didapatkan pada Akhir 2021 atau Awal 2022

"Oleh karena itu, ASEAN-Amerika Serikat juga diharapkan dapat bekerja sama dalam pengembangan, manufacturing dan produksi vaksin untuk memenuhi harapan masyarakat kita semua," lanjut dia.

Ia menambahkan, keberadaan vaksin sangat penting bagi warga dunia sehingga sudah seharusnya seluruh negara bekerja sama dalam upaya pengembangannya.

"Dan sudah menjadi komitmen Indonesia dan juga ASEAN untuk terus memperkokoh kemitraan yang baik dengan Amerika Serikat. Kemitraan yang baik ini adalah sebuah kemitraan yang setara, stabil dan membawa keuntungan bagi rakyat Amerika Serikat dan ASEAN," lanjut dia.

Seperti diketahui, Indonesia menempuh dua jalur dalam mendapatkan vaksin Covid-19. Untuk jangka pendek, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinovac, dan G42 yang berpusat di Uni Emirat Arab.

Dalam pengembangan vaksin, G42 bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinopharm.

Baca juga: Relawan yang Disuntik Vaksin Terinfeksi Covid-19, Sempat Bepergian ke Semarang

Vaksin dari Sinovac kini tengah dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan vaksin dari G42 tengah menjalani uji klinis tahap ketiga di Uni Emirat Arab.

Adapun dalam rangka membangun ketahanan nasional, Indonesia mengembangkan vaksin merah putih yang programnya dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Saat ini vaksin merah putih baru dalam tahap pengembangan awal dan belum dilakukan uji klinis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPCPEN Bubar, Kemenkes Tangani Covid-19 di Masa Endemi

KPCPEN Bubar, Kemenkes Tangani Covid-19 di Masa Endemi

Nasional
Sidang Lukas Enembe, Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi

Sidang Lukas Enembe, Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi

Nasional
Saat 3 Partai Tunjukkan Resistensi terhadap Uji Materi Terkait Batas Usia Capres-Cawpres

Saat 3 Partai Tunjukkan Resistensi terhadap Uji Materi Terkait Batas Usia Capres-Cawpres

Nasional
Kisruh Upaya Mengubah Batas Usia Capres: Demokrat Tuding Cawe-cawe Jokowi, PDI-P Bicara Manuver Kuasa

Kisruh Upaya Mengubah Batas Usia Capres: Demokrat Tuding Cawe-cawe Jokowi, PDI-P Bicara Manuver Kuasa

Nasional
Tak Ambil Pusing jika Batal Jadi Cawapres Ganjar, Sandiaga: Saya Pernah Tinggalkan Posisi Wagub untuk Berjuang

Tak Ambil Pusing jika Batal Jadi Cawapres Ganjar, Sandiaga: Saya Pernah Tinggalkan Posisi Wagub untuk Berjuang

Nasional
Saat Anies Kembali Sampaikan Narasi Perubahan yang Dinilai Tak Efektif Dongkrak Suaranya...

Saat Anies Kembali Sampaikan Narasi Perubahan yang Dinilai Tak Efektif Dongkrak Suaranya...

Nasional
Jambore Pramuka Dunia di Korsel Dilanda Panas Ekstrem, Pemerintah Belum Berencana Pulangkan Kontingen Indonesia

Jambore Pramuka Dunia di Korsel Dilanda Panas Ekstrem, Pemerintah Belum Berencana Pulangkan Kontingen Indonesia

Nasional
Targetkan 11 Juta Suara, Sandiaga Sebut PPP Akan Manfaatkan AI

Targetkan 11 Juta Suara, Sandiaga Sebut PPP Akan Manfaatkan AI

Nasional
[GELITIK NASIONAL] Kehangatan Prabowo dan PSI, Sinyal Kecewa karena Dinginnya PDI-P?

[GELITIK NASIONAL] Kehangatan Prabowo dan PSI, Sinyal Kecewa karena Dinginnya PDI-P?

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cerita Novel soal Eks Pegawai KPK Dihalangi Saat Mau Kerja di Swasta | PDI-P soal Usia Capres

[POPULER NASIONAL] Cerita Novel soal Eks Pegawai KPK Dihalangi Saat Mau Kerja di Swasta | PDI-P soal Usia Capres

Nasional
Jokowi Dorong Masyarakat Lebih Sering Pakai Kebaya, tapi Tak Perlu Dipaksa

Jokowi Dorong Masyarakat Lebih Sering Pakai Kebaya, tapi Tak Perlu Dipaksa

Nasional
Pimpin Sidang AIPA Ke-44, Puan Ajak Anggota Kedepankan Semangat ASEAN Solidarity

Pimpin Sidang AIPA Ke-44, Puan Ajak Anggota Kedepankan Semangat ASEAN Solidarity

Nasional
Menlu Pastikan Kontingan Indonesia yang Ikuti Jambore di Korea Selatan Aman

Menlu Pastikan Kontingan Indonesia yang Ikuti Jambore di Korea Selatan Aman

Nasional
UU Ciptaker Dorong Skema Kemitraan bagi UMKM

UU Ciptaker Dorong Skema Kemitraan bagi UMKM

Nasional
Bicara Perubahan, Anies Baswedan Singgung Harga-harga yang Mahal

Bicara Perubahan, Anies Baswedan Singgung Harga-harga yang Mahal

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com