Kompas.com - 08/09/2020, 16:31 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Rapat itu membahas mekanisme pembatalan keberangkatan jemaah haji dan evaluasi kinerja dan anggaran program penanggulangan COVID-19 di madrasah dan pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMenteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Rapat itu membahas mekanisme pembatalan keberangkatan jemaah haji dan evaluasi kinerja dan anggaran program penanggulangan COVID-19 di madrasah dan pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi berharap, pondok pesantren (ponpes) yang terjangkit Covid-19 melapor agar kementeriannya bisa segera menyalurkan bantuan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Fachrul menyebutkan banyak ponpes yang menolak melapor dikarenakan tak ingin diketahui publik. 

"Tadi masalah pendataan pondok pesantren yang terkena Covid-19, kami sangat berharap agar yang (pondok pesantren kena Covid-19) supaya segera dilaporkan, sehingga kami bisa bantu. Beliau bilang masalahnya Pak, tidak semua mau namanya disebutkan," kata Fachrul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Ia lantas menyebutkan, pihaknya tidak akan membuka data tersebut. Pelaporan dari ponpes yang memang terjangkit demi kepentingan penyaluran bantuan.

Baca juga: Ada Kluster Penularan Covid-19 di Pati karena Ponpes Belajar Tatap Muka Diam-diam

"Saya bilang namanya pasti tidak akan kami sebut, yang pasti bantuannya yang kami kirim. Mudah-mudahan seperti itu, mereka bisa melaporkan namanya, (tapi) tidak akan disebut tapi bantuannya kami datangkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan, terkait penanganan Covid-19 di salah satu pondok pesantren di Banyuwangi, Jawa Timur, pihaknya sudah bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 daerah setempat untuk menyiapkan tempat isolasi, bantuan dapur umum hingga disinfektan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini untuk memutus mata rantai Covid-19 seluruh aktivitas di pondok pesantren (Banyuwangi) itu dihentikan, pondok pesantren melakukan karantina masal serta seluruh akses ditutup tidak boleh ada yang keluar masuk," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.