Kontras: Sejak Januari-Juli 2020, Terjadi 256 Kasus Penyerangan Pembela HAM

Kompas.com - 07/09/2020, 17:34 WIB
Ilustrasi hak asasi manusia. humanrights.govIlustrasi hak asasi manusia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras) Fatia Maulidiyanti mengatakan, berdasarkan catatan Kontras, ada 256 kasus penyerangan terhadap pembela Hak Asasi Manusia ( HAM) dari Januari sampai Juli 2020.

"Catatan Kontras telah tejadi 256 kasus penyerangan pembela HAM dari Januari hingga Juli 2020, di mana termasuk intimidasi, teror, dan lainnya dan kriminalisasi," kata Fatia dalam diskusi secara virtual bertajuk 'Pembunuhan Munir adalah Pelanggaran HAM Berat', Senin (7/9/2020).

Fatia mengatakan, para pembela HAM masih menjadi target penyerangan karena dianggap sebagai individu yang pembangkang dan menganggu agenda politik.

Padahal, menurut Fatia, pemerintah seharusnya memajukan perlindungan HAM di Indonesia dengan melindungi kerja-kerja para pembela HAM.

Baca juga: Pengungkapan Kasus Kematian Munir yang Jadi Ujian Sejarah...

"Jadi sebenarnya yang penting, jika negara serius memajukan hak asasi manusia di Indonesia dan dapat melindungi kerja-kerja dan memberikan pengakuan pada pembela HAM," ujarnya.

Lebih lanjut, Fatia juga mengatakan, pentingnya regulasi untuk pembela HAM sebagai bukti keseriusan negara dalam melindungi kerja-kerja pembela HAM.

Ia mengatakan, sejak 2010, upaya melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, khusus pasal terkait pembela HAM tak kunjung diprioritaskan DPR.

"Sehingga di sini menjadi tanya besar, apabila agenda HAM selalu diusung, diagendakan kampanye presiden dan pejabat lainya. Tapi mereka tidak juga memberikan perlindungan pada pembela HAM sendiri maupun pengakuan kerja pembela HAM," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X