Pengamat: PDI-P Harus Ubah Strategi Politik Jika Mau Kuat di Sumbar

Kompas.com - 07/09/2020, 13:55 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu ( 4/6/2016). Acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno. KOMPAS/LASTI KURNIAKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu ( 4/6/2016). Acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Ilham Aldelino Azre berpendapat, PDI Perjuangan harus mengubah strategi politik apabila mau meraup suara di Sumatera Barat.

Salah satunya, PDI-P mesti merekrut sosok tokoh adat atau tokoh agama lokal yang memiliki basis massa yang kuat.

"Harus mengubah strategi politik dengan merekrut orang-orang lokal yang punya basis massa yang kuat dan lebih diterima masyarakat," kata Ilham saat dihubungi, Senin (7/9/2020).

Baca juga: Megawati: Kenapa Ya, Rakyat di Sumbar Belum Suka PDI-P?

Sebab, menurut Ilham, selama ini PDI-P tidak memiliki figur yang kuat, baik di tingkat nasional maupun lokal, yang mampu menarik hati akar rumput di Sumbar.

Ilham mengatakan, ketokohan Soekarno tidak bisa "dijual" di Sumbar.

Ditarik ke sejarah di masa lalu, Sumbar merupakan basis Masyumi, yang saat itu merupakan partai politik Islam terbesar.

Masyumi diketahui sempat dilarang oleh Soekarno karena diduga mendukung Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Baca juga: Megawati: Tidak Ada Saya Membuang Whisnu, Kamu adalah Kader PDI-P

"Ada faktor historis yang tidak diterima masyarakat Sumbar (tentang) ideologi Soekarno," ujar dia.

Sosok Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani pun dinilai juga sulit digunakan untuk meraih simpati masyarakat.

Kendati demikian, Ilham mengatakan, bukan berarti masyarakat Sumbar terikat dengan partai politik berbasis Islam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X