6 Bulan Pandemi Covid-19: Hoaks dan Teori Konspirasi yang Memperparah Penanganan...

Kompas.com - 05/09/2020, 09:09 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/creativenekoIlustrasi virus corona
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

Perparah penanganan Covid-19

Maraknya informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait Covid-19 dinilai mempersulit penanganan pandemi.

"Jadi hoaks dan teori konspirasi ini sangat, sangat, memperparah upaya penanganan pandemi menurut pandangan kami," kata Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho.

Ia menilai, berbagai hoaks terkait Covid-19 berdampak pada perilaku masyarakat.

Baca juga: Berhenti Anggap Covid-19 Teori Konspirasi Atau Hoaks dan Petugas Kesehatan Bohongi Masyarakat

Septiaji mengatakan, hoaks dan teori konspirasi dengan narasi bahwa pandemi hanya rekayasa menurunkan tingkat kepedulian publik sehingga menurunkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, hoaks dan teori konspirasi juga dinilai membuat masyarakat curiga dengan tenaga medis maupun rumah sakit.

"Kita lihat ada beberapa kejadian penarikan jenazah paksa dari rumah sakit yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak percaya bahwa jenazah itu positif Covid," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ataupun dia menganggap bahwa ini adalah akal-akalan rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk mendapatkan insentif atau uang," kata dia.

Dampak lainnya dari hoaks atau teori konspirasi terkait Covid-19 menurut Mafindo adalah intimidasi terhadap tenaga medis yang memberikan edukasi.

Septiaji mengatakan, intimidasi tersebut terjadi baik secara langsung maupun di media sosial.

Baca juga: Jubir Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi, Tak Ada Ruang untuk Kita Lengah

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mengatasi masalah tersebut, Mafindo menilai perlu adanya literasi digital bagi masyarakat. Septiaji menyarankan kegiatan sosialisasi sebuah teknik membaca di ranah digital yang disebut sebagai lateral reading.

"Itu namanya teknik lateral reading, jadi teknik untuk membaca informasi di ranah digital dengan melakukan verifikasi dan sekaligus membaca secara paralel dari beberapa sumber," ucap Septiaji.

Selain itu, ia juga menilai perlu adanya edukasi dalam jangka panjang. Mafindo menyarankan keterlibatan para tokoh masyarakat maupun pemuka agama sebagai agen pemberi informasi, serta peran media massa, khususnya media siber.

Baca juga: Doni Monardo: Covid-19 ibarat Malaikat Pencabut Nyawa, Bukan Konspirasi!

Sementara, untuk penegakan hukum, Septiaji berpendapat langkah itu perlu dilakukan, tetapi menjadi upaya terakhir.

"Kalau kita mau meninggalkan hoaks dan teori konspirasi, maka kita semua harus kompak bahwa hoaks dan teori konspirasi ini kita yakini bisa merusak upaya penanganan pandemi," tutur Septiaji.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.