Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2020, 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia menyatakan, pemerintah daerah (Pemda) harus lebih mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi menekan laju penularan Covid-19. Sebab, beberapa hari terakhir penambahan kasus harian Covid-19 mencapai 3.000 orang.

Angkie, mengatakan sedianya Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan payung hukum untuk mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Untuk itu, ia mengatakan, sudah semestinya kepala daerah menggunakan payung hukum tersebut.

Baca juga: Rekor Kasus Covid-19 dan Prediksi Pemerintah yang Meleset...

"Sebagai upaya peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, Presiden telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2020," kata Angkie melalui keterangan tertulis, Jumat (4/9/2020).

"Instruksi tersebut ditujukan pada sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, kepala lembaga serta gubernur, bupati, dan wali kota agar bersama-sama melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat," tutur dia.

Angkie mengatakan, dalam Inpres tersebut Presiden juga menginstruksikan agar para kepala daerah menyusun petunjuk pelaksanaan dalam bentuk Peraturan Gubernur, Bupati, Wali Kota dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Baca juga: Ada 3.622 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catat Rekor Penambahan Harian

Ia menambahkan, sudah sepatutnya kepala daerah memperhatikan bahwa pengawasan dilakukan dalam koridor penegakan disiplin, hukum, dan ketertiban masyarakat.

"Presiden juga terus mengampanyekan kepada seluruh elemen masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan melalui hal-hal yang sangat bisa dilakukan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan di setiap aktivitas dalam situasi adaptasi kebiasaan baru," lanjut dia.

Seperti diketahui, dalam tiga hari terakhir penambahan kasus baru Covid-19 dalam tiga hari terakhir mencapai lebih dari 3.000. Bahkan pada Kamis (3/9/2020), kasus harian mencapai rekor tertinggi dengan 3.622 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.