Kompas.com - 03/09/2020, 18:11 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, pemerintah berencana memberikan vaksinasi Covid-19 kepada 1,5 juta tenaga medis pada tahap awal.

Para tenaga medis yang akan mendapatkan vaksinasi ini terdiri atas dokter, perawat, serta tenaga medis lain yang memang diprioritaskan memperoleh vaksin.

"Beliau-beliau harus disuntik duluan karena beliau terdepan karena mereka ini para pahlawan. Kalau memang nanti bahan baku vaksinnya sudah bisa diproduksi, ini yang kita masukkan ke dalam skala prioritas berdasarkan data yang riil siapa yang bisa dikedepankan untuk divaksin dahulu seperti tadi dokter dan perawat," kata Erick seperti dilansir dari Kontan.co.id, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Jika Vaksin Ditemukan, Mungkinkah Pandemi Segera Berakhir?

Nantinya, ia menambahkan, pemerintah akan bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia serta organisasi tenaga medis lainnya dalam menentukan kriteria dan klasifikasi tenaga medis yang akan diprioritaskan mendapatkan vaksinasi.

"Itu 1,5 juta dokter, bidan, perawat yang akan turun lakukan vaksinasi. Misal dokter yang sudah turun selama pandemi covid, nanti ada katagorinya, IDI dan PPNI dari awal kami libatkan biar ngga bingung data. Dokter kan ada macam-macam, dokter paru, dokter jantung dan lainnya," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan, saat ini yang menjadi garda terdepan penanganan pasien Covid-19 adalah dokter penanggung jawab pasien (DPJP).

Dokter tersebut terdiri atas 2.000 dokter spesialis paru, 4.000 dokter spesialis penyakit dalam, 1.000 dokter konsultan paru, 4.000 dokter spesialis anak, dan 2.000 dokter anestesi.

Baca juga: Wapres: Kepatuhan Protokol Kesehatan Kunci Tekan Penularan Covid-19 sebelum Vaksin Ditemukan

"Tapi sekarang karena pasien banyak, dokter lain dilatih ikut tangani langsung, nah itu yang akan kami data berapa yang tangani langsung, kemudian berapa yang tidak terlibat langsung tapi ikut tangani, dan lapisan ketiga berapa dokter yang tidak menangani tapi berisiko bertemu pasien yang kadang pasien OTG (orang tanpa gejala)," kata Daeng.

Ia memastikan bahwa IDI dan ikatan profesi tenaga medis lainnya akan membantu pemerintah dalam proses vaksinasi di lapangan nantinya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah. Ia menyatakan akan membantu pemerintah dalam memetakan para petugas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Harif menambahkan, PPNI memiliki jaringan komunikasi hingga tingat personal. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penanganan pandemi, terutama vaksinasi.

"Karena vaksin ini barangkali ngga bisa dilakukan secara serentak, mungkin bertahap maka harus ada prioritas. Prioritas yang tinggi kita akan dukung dan membantu untuk mapping atau mitigasi terkait dengan petugas-petugas kesehatan tersebut," ujarnya.

"Sekaligus juga mungkin pada saatnya nanti kami akan mengkonsolidasikan semua yang dapat bertugas untuk bisa melaksanakan pemberian vaksin tersebut," imbuh Harif.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id sebelumnya dengan judul "Ada 1,5 Juta Dokter dan Perawat yang Diprioritaskan Jalani Suntik Vaksin Covid-19"



Sumber KONTAN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X