Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wapres: Kepatuhan Protokol Kesehatan Kunci Tekan Penularan Covid-19 sebelum Vaksin Ditemukan

Kompas.com - 03/09/2020, 17:23 WIB
Deti Mega Purnamasari,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, kepatuhan akan protokol kesehatan merupakan kunci menekan penyebaran virus corona, sebelum vaksin ditemukan.

Oleh karena itu perlu dibangun kepatuhan di tengah-tengah masyarakat lewat sosialisasi dan edukasi secara masif.

Termasuk juga pengawasan yang ketat di lapangan agar kepatuhan tersebut bisa dijaga.

"Kalau ini (kepatuhan) tidak terjaga, maka potensi penularan akan terus berkembang. Penerapan protokol kesehatan jadi kunci sebelum vaksin ditemukan," kata Ma'ruf dalam pertemuan dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melalui video conference, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir: Harga Vaksin Covid-19 Dinamikanya Tinggi

Hanya saja, diakuinya, hingga saat ini penerapan protokol kesehatan di masyarakat belum dipatuhi sepenuhnya.

Ia menyebut, suksesnya protokol kesehatan untuk memutus rantai Covid-19 berada di tangan masyarakat.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud adalah menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari kerumunan.

"Kalau tes layanan kesehatan memang ada pada pemerintah tapi kepatuhan protokol kesehatan adanya di masyarakat yang sampai hari ini belum," katanya.

Baca juga: Soal Vaksin Mandiri, Erick Thohir: Bukan Berarti yang Bayar Didahulukan

Ia pun berharap DPP LDII membantu mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan dan mengapa mereka harus mematuhinya.

Adapun data Kamis (3/9/2020) menunjukkan penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 3.622.

Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan di Tanah Air pada 2 Maret 2020.

Dari penambahan kasus baru tersebut, jumlah total kasus Covid-19 di Tanah Air telah mencapai 184.268 kasus.

Sementara jumlah kasus sembuh bertambah 2.084 kasus sehingga total menjadi 132.055 dan meninggal duia bertambah 134 orang sehingga total 7.750.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com