Kepala BNPT: 1.200 WNI di Irak dan Suriah Terpengaruh Propaganda Radikal di Medsos

Kompas.com - 03/09/2020, 11:53 WIB
Irjen Pol Boy Rafli Amar Jhon Roy PurbaIrjen Pol Boy Rafli Amar

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) mencatat, sekitar 1.200 warga negara Indonesia (WNI) berada di Irak dan Suriah karena terpengaruh paham radikal melalui media sosial.

“Hari ini BNPT mengidentifikasi berkisar di atas sekitar 1.200 masyarakat Indonesia yang berada di Irak, Suriah, hasil dari propaganda radikal teror yang dipromosikan melalui sosial media,” tutur Kepala BNPT Boy Rafli Amar dalam webinar daring, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, jumlah tersebut termasuk wanita dan anak-anak.

Bahkan, ia mengungkapkan, ada pula aparatur sipil negara (ASN) yang ikut terpapar dan berangkat bersama keluarganya.

Baca juga: BP2MI Diminta Gandeng BNPT Bekali Calon Pekerja Migran soal Terorisme dan Radikalisme

“Ada juga pernah seorang yang masuk kategori ASN dari Kepri pernah berangkat dengan keluarganya,” ucapnya.

Maka dari itu, ia menilai perlu adanya literasi serta edukasi bagi para ASN untuk mencegah hal serupa.

Literasi media sosial dinilai menjadi salah satu cara untuk menangkal paham radikalisme beredar di kalangan ASN.

Cara lainnya adalah penguatan pembinaan tradisi. Misalnya dengan upacara bendera, pengucapan Pancasila, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya secara konsisten dan berkelanjutan.

Baca juga: BNPT Ingatkan Potensi Penyebaran Paham Teror di Lingkungan Karyawan Swasta

Kemudian, ia pun berharap setiap organisasi mengawasi serta mendeteksi dini terhadap anggota yang mengarah kepada sikap intoleransi.

Boy juga berpesan kepada organisasi maupun masyarakat umum agar memilih penceramah yang moderat.

“Mohonlah kiranya tidak memberikan panggung pada tokoh-tokoh agama yang mengarah kepada senangnya menyampaikan sikap intoleransi,” tutur dia.

Terakhir, Boy meminta agar instansi menerapkan sistem pemberian hadiah bagi mereka yang dianggap menjadi teladan serta memberi hukuman bagi mereka yang sudah mengarah ke perbuatan radikal intoleran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X